JESUS SON OF GOD

Pernyataan Yesus sebagai Son of God, Anak Allah yang ilahi merupakan bagian dari iman Kristen yang sering mendapat tantangan banyak pihak. Liberal Scholars sejak era Bultmann beranggapan konsep Son of God ini berasal dari budaya helenisme yang diadopsi gereja. Pihak Yudaisme para rabi dan traditional jews scholar menolak konsep Mesias sebagai Son of God dalam pengertian Divine Messiah. Bahkan Quran sendiri, memberikan kritikan keras kepada kekristenan karena dianggapnya kekristenan mengajarkan Yesus sebagai Son of God dalam pengertian anak secara biologis.
Dalam artikel ini kita akan menelusuri berbagai data biblical & extrabiblical pra Kristen seperti Tanakh/PL & Dead Sea Scroll serta informasi lainnya di era Greco Roman. Kemudian membandingkan dengan teks-teks dalam New Testament serta melihat pendapat Scholars. Terakhir menguji tuduhan Quran tentang Son of God dalam sense physically.

CHECKING 1: Son of God in Paganism
Konsep Son of God di era Greco Roman merupakan konsep umum pada masa itu berupa anak hasil hubungan seksual antara dewa dan manusia. Dalam mitologi Yunani dikenal dewa Zeus sebagai supreme god atau mahadewa dari segala dewa, yang cukup banyak dikisahkan telah melakukan hubungan seksual dengan manusia. Zeus dalam mitologi Yunani sejajar dengan Jupiter dalam mitologi Romawi. Anak-anak hasil dari hubungan seksual inilah yang dijuluki Son of God. Demikian juga penguasa Romawi dan Firaun mengklaim sebagai Son of God karena menganggap titisan dewa atau keturunan dewa.
"The generic term “son of God” had a wide currency in ancient culture. It could as easily be applied to the heroes of traditional Greek mythology (often referred to as sons of Zeus) as to Egyptian pharaohs or Roman emperors". Martin, Ralph P.; Davids, Peter H., Dictionary of the Later New Testament & Its Developments, (Downers Grove, Ill: InterVarsity Press) 2000, c1998.

J.Ed Komoszewski dkk telah meringkaskan kisah Zeus menghamili manusia dalam bukunya Reinventing Jesus, Kregel Publication, Grand Rapids, 2006.  Dalam mitologi Yunani tentang Perseus, raja Akrisius dikisahkan telah mengunci putrinya Danae dalam sebuah menara yang tidak dapat dimasuki. Ia bermaksud menghalangi penggenapan suatu nubuatan yang meramalkan putra Danae akan membunuh kakeknya. Walaupun terpisah dari para pemuda yang ingin melamarnya, dewa Zeus tertarik dengan kecantikannya sehingga pada suatu malam mendatangi dan menghamilinya. Lahirlah Perseus pahlawan Yunani. Kisah yang serupa terjadi dalam cerita kelahiran Herakles atau Herkules, anak hasil dari hubungan seksual antara Alkmene putri raja kota Tirins dengan Zeus yang menyamar sebagai suaminya. Kisah lainnya tentang Aleksander Agung anak dari Olimpias yang dihamili Zeus seperti kisah-kisah lainnya.

Penelitian lebih dalam dilakukan Luke Timothy Johnson dan menurutnya penyebutan Son of God terhadap anak-anak hasil hubungan seksual dewa dan manusia seperti Heracles dll, menjadikan anak ini masuk ke dalam sebuah keluarga ilahi (The Divine Family), ini merupakan bagian dari politeisme.
"...Humans can also enter into the extended divine family through extraordinary wisdom or valor, transformed like the prototypical hero Herakles into a "son of god" through ascension or apotheosis.39 Polytheism is, in this sense, a generous Thus the designation "son of god" is rightly applied to Herakles (2.8.28), Sarpedon (1.27.8), Diogenes, and Heraclitus (Encheiridion, 15) and to all who live in authentic communion with the god whose being they share...". Luke Timothy Johnson, Among The Gentiles: Greco-Roman Religion and Christianity, Yale University Press, 2009

Dari data ini, kita bisa melihat adanya konsep Son of God dalam budaya paganisme di era Greco Roman yang menunjukan adanya hubungan antara dewa/tuhan dan manusia sebagai sebuah "the extended divine family" hasil dari hubungan seksual (physically intercourse) sehingga melahirkan manusia dewa (Son of God). Apakah deskripsi ini cocok dengan konsep Son of God dalam Bible?

CHECKING 2: Son of God in Qumran Community
Selanjutnya kita akan menelusuri konsep Son of God dalam Dead Sea Scroll yang ditulis oleh komunitas Qumran sekitar abad ke 1 & 2 SM. Komunitas ini dikenal sebagai kelompok Esseni salah satu kelompok aliran keagamaan Yahudi pada masa itu selain Farisi & Saduki. Kelompok ini menjalani hidup asketik di daerah Qumran di seputaran Laut Mati, memisahkan diri dari otoritas keagamaan di Yerusalem dengan pemahaman mereka yang tersendiri terhadap Torah. Sudah tentu menutup diri dari pengaruh budaya helenisme.

Dokumen-dokumen yang dihasilkan komunitas Qumran ini, meliputi kitab-kitab Torah termasuk naskah lengkap Isaiah Scroll serta dokumen extrabiblical berupa aturan-aturan kehidupan masyarakat Qumran serta berbagai sastra apokaliptik eskatologis. Sebagaimana dipahami orang Israel pada masa itu tentang pengharapan mesianik, mereka pun memiliki pengharapan mesianik seperti penggunaan term "Son of God" dalam konteks mesianik. Para scholar telah mengidentifikasi ide Son of God untuk Mesias ini dalam beberapa dokumen; 4QFlor, 1QSa 2:11-12 dan 4Q246.
"..There are three passages in the literature from Qumran (see Dead Sea Scrolls), however, which may connect the idea of Son of God to the Messiah: 4QFlor 1:10–14 applies 2 Samuel 7:11–14 to the Messiah; 1QSa 2:11–12 could be read in terms of God begetting the Messiah; and 4QpsDan Aa (=4Q246) is reported to read “he shall be hailed as the Son of God, and they shall call him Son of the most High” (Fitzmyer)..". Green, Joel G.; McKnight, Scot; Marshall, I. Howard; editors, Dictionary of Jesus and the Gospels, (Downer’s Grove, IL: InterVarsity Press) 1998, c1992.

Kita akan membahas secara khusus 4Q246 yang telah menarik perhatian besar para Scholar karena menimbulkan implikasi berbeda dengan pemahaman sebelumnnya yang banyak dipegang Liberal Scholars. Berikut ini teks 4Q246 yang diterjemahkan oleh Florentino Garcia.
He will be called son of God, and they will call him son of the Most High. Like the sparks 2 that you saw, so will their kingdom be; they will rule several year[s] over 3 the earth and crush everything; a people will crush another people, and a province another provi[n]ce. 4 Blank Until the people of
God arises and makes everyone rest from the sword. Blank 5 His kingdom will be an eternal kingdom, and all his paths in truth. He will jud[ge] 6 the earth in truth and all will make peace. The sword will cease from the earth, 7 and all the provinces will pay him homage. The great God is his strength, 8 he will wage war for him; he will place the peoples in his hand and 9 cast them all away before him. His rule will be an eternal rule, and all the abysses.
Florentino Garcia & Eibert J.C. Tigchelaar, The Dead Sea Scrolls Study Edition, Brill, 1999.

Bandingkan dengan terjemahan seorang Jewish Scholar Geza Vermes pada bagian Son of God. "..The son of God he will be proclaimed (or: proclaim himself) and the son of the Most High they will call him...". Geza Vermes, The Complete Dead Sea Scolls in English-Revised Edition, Penguin Books, 2004. Walaupun ada variasi antar kedua terjemahan itu, namun intinya sepakat tentang penyebutan The Son of God of the Most High, demikian pula jika kita bandingkan secara lengkap, tidak ada perbedaan prinsipil diantara keduanya.

Berdasarkan data ini, jelaslah komunitas Qumran memiliki konsep Son of God yang diterapkan untuk figur Mesias dalam sense ilahi. Hal ini bisa terlihat dalam penggunaan frase "eternal kingdom" dan kalimat "judge the earth in truth". Walaupun ada beberapa scholar memiliki pendapat berbeda, namun secara majority teks-teks Qumran ini dipahami sebagai bagian dari sastra apokaliptik mesianik atau eskatologis.

Sampai di sini, kita telah mengetahui konsep Son of God dalam Paganisme di era Greco Roman dan pemahaman Jewish dari komunitas Qumran. Terdapat kesamaan dari keduanya yaitu Son of God dipahami dalam pengertian ilahi namun dengan sudut pandang yang berbeda. Paganisme memahaminya secara literistik karena faktor "keturunan" dewa secara physically, sedangkan komunitas Qumran memahaminya dalam konteks apokaliptik mesianik & eskatologis sesuai peran yang dijalankan Mesias yang merujuk pada The Divine Identity. Manakah diantara keduanya yang cocok dengan konsep Son of God dalam New Testatement & Old Testament (Tanakh)?

CROSS CHECK 1: Son of God in New Testament.
Dalam New Testament kita menemukan cukup banyak penggunaan term Son of God (Anak Allah) yang diterapkan kepada Yesus. Mulai dari pemahaman "exalted man" sebagai manusia dalam pengertian yang sangat terhomat/mulia sampai pada pengertian ilahi. Namun tidak satupun teks menunjukan konsep Son of God dalam pengertian literal sebagai Anak Allah hasil dari sexual intercourse antara Allah dengan manusia. Kehamilan Maria jelas tidak ada unsur seperti itu melainkan karena kuasa kreatif Roh Kudus. Sangat berbeda dengan penggambaran yang ditunjukan dalam mitologi Yunani dimana Zeus datang menghamili manusia dengan cara menyamar menjadi manusia atau dengan cara-cara tertentu.

Kita ambil contoh penyebutan Son of God dalam injil Lukas yaitu penyampaian malaikat kepada Maria tentang kelahiran Yesus. Luk 1:32-33 (LAI): Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
Jika kita cermati teks dalam injil Lukas ini, paralel dengan teks dalam Dead Sea Scroll 4Q246, seperti dalam penyebutan term "The Son of God of the Most High" serta term "eternal kingdom" dll. Namun sebaliknya hal senada tidak kita tidak temukan dalam dokumen paganisme. Penemuan Dead Sea Scroll yang didalamnya terdapat rujukan terhadap konsep "Son of God" yang mirip dengan konsep dalam New Testament telah mementahkan asumsi lama yang dipegang Liberal Scholars.

Craig Evans begitu antusias dengan penemuan dokumen Qumran ini  dan menyimpulkan secara tegas bahwa konsep Son of God yang dipahami kekkristenan tidak berasal dari budaya helenisme melainkan berakar dalam budaya Yahudi. "...Thanks to 4Q246 we now see that the angel's annunciation to Mary, as well the Gerasene demoniac's address to Jesus as "Son of the Most High God," was right at home in first-century Palestine. That both epithets, "Son of God" and "Son of the Most High," occur among the Dead Sea Scrolls tells against the view that this language derives from non-Palestinian Hellenistic sources..". Craig Evans, Jesus and the Dead Sea Scrolls from Qumran Cave 4 dalam buku Eschatology, Messianism, and the Dead Sea Scrolls, Eerdmans, Grand Rapids, 1997 .. hal 94.

Dalam dunia kesarjanaan Biblika, pemahaman yang beranggapan budaya helenistik telah mempengaruhi doktrin kekristenan terutama doktrin keilahian Yesus dalam penyebutan Son of God dalam sense ilahi,  saat ini merupakan pemahaman yang "out of date" dan secara umum telah ditolak. "...These historians claim that Hellenistic Christians were responsible for the confession of Jesus’ divine sonship, and that they understood Jesus to be Son of God along the lines of the “divine man” (theios aneµr; see Divine Man/Theios Aner), a heroic miracle-worker. This understanding of the origin of the title in christology is today generally rejected..". Green, Joel G.; McKnight, Scot; Marshall, I. Howard; editors, Dictionary of Jesus and the Gospels, (Downer’s Grove, IL: InterVarsity Press) 1998, c1992.
"..some NT statements seem to assume a connection between Messiah and Son of God (e.g., Mk 14:61; Mt 16:16) suggest that the Messiah as Son of God was not totally foreign to Palestinian Judaism..." Green, Joel G.; McKnight, Scot; Marshall, I. Howard; editors, Dictionary of Jesus and the Gospels, (Downer’s Grove, IL: InterVarsity Press) 1998, c1992.

Israel Knohl melalui studinya yang mendalam terhadap konsep-konsep Mesias sebelum lahirnya kekristenan, juga menyimpulkan hal yang sama. Dalam studinya, dia menyatakan adanya kemiripan yang begitu kuat antara narasi dalam injil Lukas dengan teks Qumran tersebut. Dia menolak argumentasi Bultmann tentang adanya pengaruh helenisme.
"..In light of the strong similarity in language between the Qumran text and the Gospel of Luke, it would seem that the description of Jesus as the son of God and the story of the annunciation did not originate, as Bultmann argued, with the Hellenistic Church. Rather, they are adaptations of materials from Qumran dating from the first century bce. The adaptations were made by someone who was familiar with the Qumranic document and understood the Aramaic in which it was written. Hence we may conclude that the tradition of Gabriel’s announcement to Mary of the divine origin of her son was formulated in the land of Israel and not within the Hellenistic Church. We can no longer rule out the possibility that Jesus indeed would have regarded himself as the “son of God.” hal 96. Israel Knohl, The Messiah before Jesus, University of California Press, 2000

Pengujian berikutnya adalah Tanakh (Old Testament), sebelum lanjut saya mengutip dulu pendapat Leonardo Winarto. Point penting yang dikemukakannya bahwa sumber utama komunitas Qumran dan kekristenan berasal dari sumber yang sama yaitu Tanakh/Pl, benarkah demikian? ".. Temuan di atas begitu mengejutkan para teolog, yang dahulu pernah menuduh bahwa kekristenan berasal dari dunia Yunani kuno. Justru saat ini dibuktikan, bahwa komunitas Qumran yang begitu anti hellenisme, memiliki konsep yang mirip dengan kekristenan. Hal ini adalah sesuatu yang wajar, mengingat sumber utama dari komunitas Qumran dan iman Kristen adalah kitab perjanjian lama [Tanakh]. Karena itu, penghayatan komunitas Qumran ini penting dikemukakan, untuk menjadi bukti tidak asingnya keyakinan Kristen tentang keilahian Mesias dalam Perjanjian Lama [Tanakh]...". Winarto. Leonardo, Ketritunggalan dan Keeesaan Allah, Memra Publishing, 2011... hal 49

CROSS CHECK 2: Son of God in Old Testament/Tanakh
Jika kita menelusuri teks-teks dalam Tanakh/PL kita menemukan beberapa penggunaan term Son of God atau frase tertentu merujuk pada Son of God dalam pengertian yang berbeda. Penggunaan Son of God ini diterapkan pada malaikat, hakim-hakim, bangsa Israel dan figur raja dalam sense Mesias.
"..The notion of divine sonship appears in the OT with regard to three persons or groups of persons: angels (Gen 6:2; Job 1:6; Dan 3:25), Israel (Ex 4:22–23; Hos 11:1; Mal 2:10) and the king (2 Sam 7:14; Ps 2:7; 89:26–27). When used of Israel and the king sonship emphasizes belonging in a special way to God, election to perform the service of God (i.e., to obey God) and the experience of God’s love, mercy, protection and gifts.." Green, Joel G.; McKnight, Scot; Marshall, I. Howard; editors, Dictionary of Jesus and the Gospels, (Downer’s Grove, IL: InterVarsity Press) 1998, c1992.

Fokus perhatian kita pada teks mesianik berkaitan dengan konsep Son of God, yaitu dalam kitab Mazmur pasal 2:7. Berikut ini teksnya dalam Hebrew dan paralelnya dalam LXX/Septuaginta, King James Version, Jewish Publication Society dan LAI.
Hebrew  אספרה אל חק יהוה אמר אלי בני אתה אני היום ילדתיך׃
LXX: διαγγέλλων τὸ πρόσταγμα κυρίου Κύριος εἶπεν πρός με Υἱός μου εἶ σύ, ἐγὼ σήμερον γεγέννηκά σε·
KJV:  I will declare the decree: the LORD hath said unto me, Thou art my Son; this day have I begotten thee.
JPS: I will tell of the decree: the LORD said unto me: 'Thou art My son, this day have I begotten thee.
LAI: Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Bagian ini telah diperdebatkan pihak kekristenan & yudaisme, apakah teks ini merupakan nubuatan mesianik dan siapakah Anak yang dimaksud.

Jika kita melihat dalam New Testament, ayat ini jelas dipahami sebagai teks nubuatan mesianik dan telah digenapi oleh Yesus.
Kis 13:33  telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.
Namun pemahaman ini ditolak oleh pihak Yudaisme dengan menyatakan bahwa Anak itu merujuk ke Daud dan tafsiran lainnya Anak itu merujuk ke bangsa Israel. Namun tidak ada uraian yang jelas dari mereka bagaimana cara penggenapannya, bandingkan dengan New Testament yang begitu jelas adanya pernyataan Allah secara langsung kepada Yesus yang tercatat dalam Injil, Kisah Para Rasul dan kitab Ibrani.

Pihak Yudaisme yang menolaknya, umumnya dari kalangan apologis Yudaisme, namun agak berbeda dengan beberapa Jewish Scholar lainnya seperti Adele Berlin dkk sebagaimana tertulis dalam commentary mereka (The Jewish Study Bible). "..Adoption language expresses the close kinship between God and the king, and is common in the ancient Near East. Some biblical passages may suggest that some groups in ancient Israel viewed the king as divine; see 45·7 n. The son language here has played a significant role in medieval Jewish-Christian polemic (e.g., the final comment of Radak on this psalm)" Adele Berlin and Marc Zvi Brettler-Editors, The Jewish Study Bible, Oxford University Press, New York, 2004.

Penyebutan king as divine merujuk pada commentary untuk pasal 45 ayat 7.
LAI 45:6  (45-7) Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.
JPS (45:7) Thy throne given of God is for ever and ever; a sceptre of equity is the sceptre of thy kingdom.
Berikut commentary-nya "..7: This may also be translated "Your throne, 0 God ('"elohim"), is everlas ting" (so LXX), where the king is referred to as God. If this is taken literally, this psalm would be unique in the entire Bible in explicitly depicting the king as divine (see v. 4 and v. 18 n.). idem.

Adele Berlin mengakui adanya pemahaman Son of God dalam sense ilahi di beberapa kalangan bangsa Israel pada masa itu. Bahkan diakuinya term kata "Anak" telah menjadi polemik dalam Jewish-Christian apologetics. Ini bisa diartikan bahwa pemahaman Son of God dalam sense ilahi bukanlah hal asing bagi bangsa Israel pada masa pra kekristenan, sehingga dugaan bahwa kekristenan telah menciptakan konsep ini jelas bertentangan dengan data ini.

Jika kita melihat pada literatur-literatur rabinik seperti Talmud dalam Tractate Sukkah, justru kita menemukan pemahaman mesianik terhadap Maz 2:7 menolak anggapan para rabi pada masa belakangan. Our Rabbis taught, The Holy One, blessed be He, will say to the Messiah, the son of David (May he reveal himself speedily in our days!), ‘Ask of me anything, and I will give it to thee’, as it is said, I will tell of the decree, etc. this day have I begotten thee, ask of me and I will give the nations for thy inheritance.14. The Soncino Babylonian Talmud, tractate Sukkah 52a.

Berdasarkan kajian, ini kita bisa melihat bahwa PL/Tanakh juga terdapat pemahaman Son of God dalam sense ilahi. Selanjutnya kita masuk kajian komprehensif bagaimana melihat kaitan dari semua konsep Son of God yang ada.

MULTIPLE CROSS CHECK: Dead Sea Scroll, Old Testament (Tanakh) & New Testament.
Pertama: 4Q246, Dan 7:13-14 & Mat 26:63-65

Kita akan melihat hubungan semua konsep Son of God yang ada dalam Dead Sea Scroll, Old Testament (Tanakh) & New Testament. Sebelumnya kita telah mendapatkan point penting tentang kaitan antara New Testament dengan teks  Qumran (Dead Sea Scrolls) dalam konsep Son of God yang menunjukan adanya kedekatan diantara keduanya. Sedangkan konsep Son of God dalam paganisme jelas berbeda dengan pemahaman kekristenan. Satu-satunya kesamaan dari ketiganya yaitu dalam pemahaman Son of God dalam sense ilahi.

Seperti telah diuraikan sebelumnya penyebutan Son of God dalam teks Qumran 4Q246 dengan Luk 1:32-33 terdapat kemiripan yang kuat. Jika kita mempelajari lebih lanjutnya penggambaran tentang figur Son of God dalam 4Q246 yang diberikan otoritas ilahi dan duduk di tahkta ilahi terdapat juga dalam New Testament dan Old Testament (Tanakh).

Mat 26:63  Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: "Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.
 Mat 26:64  Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit."  
Mat 26:65  Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.

Dalam persidangan Mahkamah Agama, Kayafas sang imam besar saat itu menanyakan kepada Yesus apakah Ia Anak Allah (Son of God) atau bukan. Yesus meneguhkan perkataan Kayafas yaitu pada kalimat Anak Allah dan pernyatan Yesus merujuk pada ungkapan yang terdapat dalam kitab Daniel.
Dan 7:13  Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.  
Dan 7:14  Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

Dalam kitab Daniel, disebut tentang figur Anak Manusia yang tampak dalam awan-awan datang kepada Yang Lanjut Usia sebuah istilah merujuk kepada Allah. Anak Manusia itu diberikan kekuasaan & kemuliaan dan kerajaannya bersifat kekal. Anak Manusia itu merupakan figur mesianik yang digenapi oleh Yesus. Dalam konteks eskatalogis Anak Manusia itu akan datang kembali dengan penuh kemuliaan.
Luk 21:27  Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Pertanyaan Kayafas yang diteguhkan Yesus tentang Dia sebagai Anak Allah (Son of God) menunjukan Anak Manusia (Son of Man) yang terdapat dalam kitab Daniel adalah figur Mesias yang sama, ini berarti Son of God sinonim secara prinsip dengan Son of Man. Dari point ini, kita bisa melihat kaitannya dengan teks Qumran 4Q246 "He will be called son of God, and they will call him son of the Most High. .... His kingdom will be an eternal kingdom, and all his paths in truth. He will jud[ge] 6 the earth in truth and all will make peace.." Florentino Garcia & Eibert J.C. Tigchelaar, The Dead Sea Scrolls Study Edition, Brill, 1999.

Kedua: 4Q174, 2 Sam 7:13-14/Maz 2:7 & Ibr 1:5/Mat 3:17/Mat 17:5
Selanjutnya kita akan melihat kaitan dari teks Qumran 4Q174 yang berisi penjelasan tentang 2 Sam 7:11-14. Uraian yang terdapat dalam teks Qumran menunjukan ayat dalam 2 Samuel itu merupakan nubuatan mesianik. "..The Qumran text 4Q174 (4QFlorilegium) contains a commentary on 2 Samuel 7:11–14, where God promises to make David’s descendant God’s “son,” and the commentary applies the passage to the royal messiah". Hawthorne, Gerald F.; Martin, Ralph P.; and Reid, Daniel G.; eds., Dictionary of Paul and His Letters, (Downer’s Grove, IL: InterVarsity Press) 1998, c1993.".

2 Sam 7:13  Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.  
2 Sam 7:14  Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.
Teks-teks dalam 2 Samuel ini harus dipahami dalam sense dual fullfilment atau double prophecy. Konteks dekat Ayat ini merujuk pada janji Allah kepada Daud bahwa keturunanNya akan membangun Bait Allah & secara fisik membangun kerajaan yang megah, janji ini terpenuhi dengan kehadiran Salomo. Namun konteks jauh merujuk pada Royal Messiah atau raja mesianik yang kerajaanNya kokoh sampai selama-lamanya.Rujukan pertama kepada Salomo namun rujukan kedua  kepada sesuatu yang jauh lebih besar yaitu Royal Messiah. Konsep the Royal Messiah ini juga dipahami oleh komunitas Quran.

Nubuatan mesianik dalam 2 Samuel ini memiliki kaitan yang  kuat dengan nubuatan dalam Mazmur 2 seperti yang telah kita bahas sebelumnya. Kedua nubuatan ini telah digenapi oleh Yesus sebagaimana tercatat dalam kitab Ibrani.
Ibr 1:5  Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?"
Demikian juga tercatat dalam injil Matius.
Mat 3:17  lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."  
Mat 17:5  Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia

N.T. Wright seorang Bible Scholar yang disegani, dalam salah bukunya yang monumental Jesus and The Victory of God, menegaskan hasil kajiannya bahwa teks dalam PL/Tanakh Mazmur 2 dan 2 Samuel 7 telah dipahami oleh komunitas sebagai nubuatan mesianik dan merujuk kepada The Royal Messiah atau The Son of God. "..Qumran in particular collected 'messianic texts.. One echo in particular must be stressed, and properly understood. Several texts from this period speak of the king as 'son of god'. The use of Psalm 2 and 2 Samuel 7 is attested at Qumran in a messianic context, and there are other references which show that 'son of god' as a messianic title was known in various circles in this period". hal 485. N.T. Wright, Jesus and The Victory of God, Fortress Press, Minneapolis, 1996

Berdasarkan seluruh kajian ini, kita bisa menyimpulkan term Son of God dalam sense ilahi yang diterapkan pada Yesus, selaras dengan konsep Son of God yang juga dipahami dalam sense ilahi di Old Testament/Tanakh (Maz 2 & 2 Samuel 7), Dead Sea Scroll (4246 & 4Q174). Daniel Boyarin seorang Jewish Scholars menyatakan dengan tegas bahwa pemahaman kekristenan mengenai keilahian Yesus termasuk konsep Son of God yang ilahi, memang berakar dari budaya Yahudi dan bukan paganisme "On the other hand, Jews will have to stop vilifying Christian ideas about God as  simply a collection of “un-Jewish,” perhaps pagan, and in any case bizarre fantasies. God in a human body indeed! Recognizing these ideas as deeply rooted  in the ancient complex of Jewish religious ideas may not lead us Jews to accept  them but should certainly help us realize that Christian ideas are not alien to us;". Daniel Boyarin, The Jewish Gospels: The Story of the Jewish Christ, New York: The New Press, 2012.
Sehingga anggapan Liberal Scholar bahwa ide Son of God berasal dari paganisme, dan juga pendapat dari Traditional Jews Apologis yang menolak nubuatan mesianik dalam sense ilahi, kedua-duanya tidak memiliki dasar yang kuat. Kajian kita yang terakhir, yaitu menguji tuduhan Quran mengenai Son of God dalam sense physically.

FINAL EXAMINATION: Son of God in Quran.
Pertama-tama kita melihat penggunaan term Son of God yang terdapat dalam QS At Taubah 30.
Yusuf Ali: The Jews call 'Uzair a son of God, and the Christians call Christ the son of God. That is a saying from their mouth; (in this) they but imitate what the unbelievers of old used to say. God's curse be on them: how they are deluded away from the Truth!  
Depag RI: Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

Dari hasil penelusuran terhadap Quran hanya satu ayat (QS At Taubah 30) yang menuliskan term Son of God (Putera/Anak Allah). Term ini cukup asing dalam Islam, padahal Islam lahir setelah kekristenan telah berkembang, sehingga menunjukan apa yang diajarkan Quran tidak menyentuh langsung pada doktrin dasar kekristenan yang universal. Hal yang menarik yaitu penggunaan nama Al Masih (Arab) nama lain dari Mesias/Christ, walaupun secara etimologis ada kemiripan namun secara terminologis berbeda. Pernyataan seperti itu sudah tepat merujuk kepada orang-orang Yahudi pada masa Yesus..
Mat_16:16  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"Yoh_11:27  Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.

Namun yang menjadi pertanyaan yaitu penyebutan Son of God pada Uzair atau Ezra, karena tidak ada dalam Injil, Tanakh, Pseudographa, Dead Sea Scroll, Targum, tulisan Joshepus/Philo, Talmud serta berbagai literatur rabinik lain. Kalaupun coba dicocokan dengan konteks Yahudi di Arab pada masa Muhammad, maka ini pun sebuah anakronisme karena penyebutan itu seharus merujuk pada masa sebelumnya sebagaimana kalimat Quran "...mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. ".

Selanjutnya kita melihat ayat Quran lainnya berkaitan dengan term Son of God.
Al Jin 3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.  
Al Ikhlash 1-3. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,  
Ash Shaaffaat 151-152. Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: "Allah beranak." Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta. 
 Al An'aam 101. Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
Dari ayat-ayat ini begitu jelas pengertian yang bisa didapat dari term Son of God yaitu anak dalam sense biologis. Hal ini berdasarkan pengunaan kata "beranak" & "beristri" yang menunjukan aspek biologis berkaitan dengan hubungan seksual.

Quran memang mengkritik tentang pemahaman Son of God secara physically ini, tetapi masalahnya siapakah pihak yang dikritik tersebut. Kekristenan tidak mengenal pemahaman seperti ini, kalaupun ada itu hanya segelintir bidat, seperti Mormonisme yang mengajarkan hal yang mirip. Hal ini berarti polemikus Islam yang menyerang kekristenan tentang keilahian Yesus, termasuk tuduhan Quran tersebut jelas-jelas salah alamat, istilahnya Strawman Attack.

Pada ayat Quran lainnya QS Al Maa'idah 116 dinyatakan hal senada dalam pengertian yang lebih lengkap yaitu eksistensi Allah, Ibu dan anak sebagai pihak-pihak yang ilahi.
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?." Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib."
Konsep Trinity seperti ini juga bukan Trinity yang diajarkan kekristenan. Walaupun ada kontroversi masalah kedudukan Maria dalam pengajaran gereja, namun tidak ada yang menempatkannya sejajar dengan Allah Bapa & Yesus sebagai pribadi yang ilahi. Semuanya tetap mengimani Trinitas yang terdiri atas Bapa, Anak & Roh Kudus. Sekali lagi tuduhan ini salah alamat (Strawman Attack).

Ada yang mencoba merujuk pada salah satu bidat yaitu Collyridians, namun ini jelas sebuah anakronisme. Karena bidat ini baru eksis abad 4 M dan pemahaman mengenai keilahian Maria tidak dikenal pada masa Yesus, pada era apostolik dan gereja mula-mula. Padahal dalam Quran begitu jelas menyatakan bahwa percakapan perihal tuduhan ini terjadi antara Yesus dengan orang Yahudi yang hidup pada masa Yesus "..Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia (orang Yahudi yang hidup pada masa Yesus)".

Setelah mengkaji seluruh data yang ada, kita bisa menyimpulkan bahwa tuduhan Quran terhadap kekristenan mengenai Son of God dalam pengertian biologis tidaklah tepat. Tuduhan atau kritikan ini lebih tepat ditujukan pada paganisme di era Greco Roman yang memiliki pemahaman seperti itu. Demikian juga anggapan dari Liberal Scholars tentang kekristenan yang mengadopsi konsep paganisme juga tidak tepat, karena konsep Son of God dalam kekristenan berakar pada Tanakh dan budaya Yahudi. Son of God itu adalah Sang Mesias yang ilahi, pernyataan Yesus sebagai Son of God dan Allah adalah BapaNya telah dipahami sebagai sebuah pernyataan keilahian dan bagi orang-orang Yahudi masa itu adalah penghujatan.

Yoh 5:17  Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga."  
Yoh 5:18  Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah

Hanya ada dua pilihan bagi kita: pertama, kita beranggapan Yesus memang telah melakukan penghujatan berarti Dia sang penyesat, atau pilihan kedua, Dia memang benar Son of God, Anak Allah yang ilahi dan kita datang untuk menyembah kepadaNya.

Amin
Share:

8 komentar:

Kristian Handoyo Sugiyarto mengatakan...

Excellent, KECUALI kesalahpahaman penggunaan kata ALLAH yg adlh PROPER NOUN baik dlm ORAL maupun TEXT Arsbic namun COMMON NOUN dlm Alkitab-LAI.

Toko Buku mengatakan...

Kalau ada yang mempertanyakan ke-Tuhan-an Yesus dengan logika "mana mungkin Tuhan menjadi ciptaan-Nya sendiri?", maka jawabannya adalah "tiada yang mustahil bagi Tuhan, apa saja bisa diperbuat sesuai kehendak-Nya. Lengkapi koleksi buku rohani kristen kalian disini: https://www.belbuk.com/buku-rohani-kristen-c-1-59.html. Trimakasih banyak.

kurnia tripratama mengatakan...

Bagus :)

Ainul Abqariah mengatakan...

kalo ini gimana? http://www.mantanmuslim.com/2009/01/kesalahpahaman-islam-terhadap-kristen.html

njlajahweb mengatakan...

(sekilas info)Yes3:18Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! -- dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.Mat12:36Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.Ams24:17Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,24:18supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu.Mat18:10Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.Mat25:41Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.25:42Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;25:43ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.25:44Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?25:45Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.25:46Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."Mat6:14Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.6:15Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."Bil14:18TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.Yes40:2tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.Ayb13:26Sebab Engkau menulis hal-hal yang pahit terhadap aku dan menghukum aku karena kesalahan pada masa mudaku;

njlajahweb mengatakan...

IISam7:14Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.Yer46:28Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku menyertai engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuceraiberaikan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."Why3:19Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!Kis10:45Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,Mat11:27Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.11:28Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.11:29Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.Mat10:22Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.Why3:11Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.Why2:10Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.Yak1:12Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.Mat16:25Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.Mat13:49Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,13:50lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

njlajahweb mengatakan...

(Sekilas infoku) Saat kapanpun KeilahianYesusKristus juga RohKudus bisa disebut Allah, (hanya jika berdasarkan KualitasKeilahian)
Demikian juga saat kapanpun Yesus juga RohKudus bisa disebut Utusan, (hanya jika berdasarkan “selain” dalam hal KualitasKeilahian.
14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
+++
16:26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa,
16:27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.
(Sebutan Tuhan sebenarnya tidak ditujukan pada Manusia Yesus, tapi pada KualitasAllah yang terkandung dalam KeilahianYesus)
---
5:3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."
+++
13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
===
Qs 11:37 Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
Qs 21:29 Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah," maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim
Qs 29:8 Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Qs 70:40 Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
---
3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

njlajahweb mengatakan...

28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
---
5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
***
21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
---
8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
---
9:18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
9:19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
---
28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
---
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
---
1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -- bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."