Genealogy Discussion (Seri 2): Yesus Keturunan Daud Melalui Maria

Artikel ini ditulis pertama kali tanggal 20 Desember 2013 & diupdate tanggal 11 Agustus 2017. Pada awalnya tulisan ini menjawab bantahan polemikus muslim yang mempersoalkan Yesus sebagai keturunan Daud secara daging. Bantahan ditujukan pada pernyataan pihak Kristen bahwa silsilah dalam Lukas adalah silsilah Maria. Selanjutnya tulisan ini di-update untuk menjawab bantahan Menachem Ali dari The Yeshiva Institute yang mempersoalkan signifikansi Yesus keturunan Daud melalui Maria. Artikel ini menjadi pembahasan kedua menanggapi M Ali setelah sebelumnya pembahasan pertama berjudul Yesus Keturunan Daud Melalui Yusuf Link.


Menurut polemikus muslim, pendapat silsilah Maria dalam Lukas baru muncul pada abad pertengahan oleh seorang bernama Annius Viterbo. Menurutnya  pendapat yang menyatakan silsilah Yusuf dalam Lukas memiliki dukungan data yaitu keterangan dari Julius Africanus tentang Levirate Marriage. Selain itu dipersoalkan juga nama ayah Maria yaitu Yoakim bukan Eli serta Maria sendiri bukanlah keturunan Daud melainkan Harun. Menachem Ali kemudian menambahkan point tentang sistem patrilineal vs matrilineal yang menurutnya bangsa Yahudi menganut sistem patrilineal sehingga Yesus tereliminiasi sebagai keturunan Daud karena Yesus bukanlah anak biologis Yusuf. Untuk itu kita terlebih dahulu membahas pendapat M Ali ini dan selanjutnya membahas secara detail silsilah Maria.

1. Sistem Patrilineal vs Matrilineal
Dalam Tanakh/PL memang disebut tentang penggunaan sistem patrilineal (jalur ayah).
Bil 1:18  And they assembled all the congregation together on the first day of the second month, and they declared their pedigrees after their families, by their fathers' houses, according to the number of names, from twenty years old and upward, by their polls. 

Namun ada pengecualian yang diatur selanjutnya.
Bil 27:8  Dan kepada orang Israel engkau harus berkata: Apabila seseorang mati dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka haruslah kamu memindahkan hak atas milik pusakanya kepada anaknya yang perempuan.
Hal ini terjadi pada Maria yang tidak memiliki saudara laki-laki sehingga hak atas milik pusaka atau warisan berpindah ke anak perempuan.

Yoh 19:25  Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. 

Data ini menunjukan bahwa patrilineal (jalur ayah) memiliki pengecualian jika dalam sebuah keluarga tidak memiliki anak laki-laki maka jalur keturunan itu dapat melalui anak perempuan. Bahkan dalam budaya Yahudi pasca era the second temple seperti dituliskan dalam Mishnah (Kiddushin 3:12), jalur ibu menjadi acuan (matrilineal) khususnya dalam konteks perkawinan antara seorang ibu Yahudi dan non Yahudi yang telah convert ke Judaism . Kalaupun jalur ayah (Yusuf) tidak diperhitungkan karena Yesus bukan anak biologis, maka hak kewarisan melalui jalur ibu tetap memiliki legalitas berdasarkan Tanakh/PL (Bil 27:8).

Dalam kajian tentang Yesus Keturunan Daud Melalui Yusuf, Yesus memiliki hak kewarisan secara legal dari ayahNya, sehingga Yesus bisa disebut sebagai keturunan Yusuf. Bahkan melalui Maria berdasarkan data yang telah kita bahas, Yesus juga mewarisi hak kewarisan dari jalur ibuNya. Sehingga Yesus memiliki double hak kewarisan dari ayah & ibuNya sekaligus.


2. Silsilah Dalam Budaya Yahudi
Dalam sebuah diskusi, seorang apologis muslim menyatakan budaya penulisan silsilah (nasab) antara bangsa Arab & Israel hampir sama. Namun apologis itu tidak merinci lebih lanjut dasar pernyataannya. Kalau hanya sekedar penyebutan ben/bin-binti bisa saja sama, tetapi berkaitan dengan "silsilah", apakah orang Arab khususnya masa Arab pra Islam aware terhadap hal ini?

Dalam budaya Yahudi silsilah menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka. Setiap orang tercatat silsilahnya menurut kaumnya dalam daftar silsilah di desa-desa mereka.

Bil 1:18  dan pada tanggal satu bulan yang kedua mereka menyuruh segenap umat berkumpul. Kemudian silsilah orang-orang Israel disusun menurut kaum-kaum yang ada dalam setiap suku mereka..
1 Taw 9:22  ...Mereka telah terdaftar dalam silsilah di desa-desa mereka.

Bahkan untuk kasus-kasus tertentu seperti jabatan imam mereka akan menyeledikinya secara seksama.
Ezr 2:62  Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam. 

Apalagi berkaitan dengan kemesiasan yang dipahami mereka adalah anak (keturunan) Daud. Jika Yesus bukan keturunan Daud, maka orang-orang Yahudi akan menggunakan senjata itu menolak kemesiasan Yesus. Anehnya justru para kritikus yang hidup ribuan tahun kemudian yang mempersoalkannya?

Bible Scholars yang meneliti hal ini mengakui keakuratan orang Yahudi dalam penyusunan silsilah. Sebagai contoh Yoshepus yang menyusun daftar silsilahnya sendiri mengacu pada Public Records/Register yang ada, bahkan orang Yahudi di luar Palestina mengirim nama-nama anak mereka ke Yerusalem untuk dicatat.

"...Jews preserved their genealogical tables with remarkable accuracy through all the centuries before the birth of Jesus and also during the first century after His birth.. In his Autobiography (para. I) Josephus states that he reproduces his genealogical table as he found it "in the public records". And in his work Against Apion (i) he relates how Jews—even those who lived outside Palestine—sent the names of their children to Jerusalem to be officially recorded. (Geldenhuys, New International Commentary: The Gospel of Luke).

Demikian juga Maria tentu memiliki catatan silsilah dari jalur ayahnya. Uraian berikut ini memberikan bukti-bukti kuat bahwa di Lukas adalah silsilah Maria atau kombinasi antara silsilah Maria dan Yusuf.


3. Silsilah Maria melalui Lukas

Memang dalam budaya Yahudi penyusunan silsilah lebih ditekankan pada silsilah laki-laki. Namun bukan berarti perempuan tidak punya silsilah, bukankah ayah mereka punya silsilah. Karena bisa saja sebagai perempuan nama Maria tidak disebutkan digantikan dengan nama suaminya.

Selain ayat Bil 27:8 yang telah kita bahas, pada ayat lain disebutkan perempuan yang telah mewarisi milik pusaka itu harus kawin dengan laki-laki yang berasal dari salah satu kaum suku ayahnya.
Bil 36:8  Jadi setiap anak perempuan di antara suku-suku orang Israel yang telah mewarisi milik pusaka, haruslah kawin dengan seorang dari salah satu kaum yang termasuk suku ayahnya, supaya setiap orang Israel mewarisi milik pusaka nenek moyangnya. 

Berdasarkan keterangan ayat ini, pendapat tentang silsilah Maria dimungkinkan karena bisa berarti Yusuf & Maria berasal dari suku yang sama. Sekarang kita perhatikan contoh silsilah dalam PL mengenai seorang ayah yang tidak mempunyai anak laki-laki namun jalur keturunan (silsilah) ke bawahnya tidak terputus.

1 Taw 2:34  Sesan tidak mempunyai anak laki-laki, hanya anak-anak perempuan; tetapi Sesan mempunyai seorang budak laki-laki, orang Mesir, yang bernama Yarha. 
1 Taw 2:35  Jadi Sesan memberi anaknya kepada Yarha, budaknya itu, menjadi isteri, lalu perempuan itu melahirkan Atai baginya.

Yarha yang jadi suami dari anak perempuan Sesan adalah orang Mesir yang jelas bukan berasal dari suku Sesan. Apalagi jika suami anak perempuannya berasal dari suku yang sama dengannya. Acuan ini  kita sebut Special Adoption yang membuktikan tidak selalu silsilah harus mengacu pada jalur laki-laki. Sehingga pendapat silsilah di Lukas adalah silsilah Maria sangat dimungkinkan. Bukankah nama anak perempuan Sesan tidak disebutkan, maka wajar jika nama Maria tidak disebutkan.

Pendapat silsilah Maria ini bukan baru muncul pada abad pertengahan sebagaimana dinyatakan Patrizzi tentang Annius Viterbo yang dianggapnya penggagas awal pendapat ini. Banyak scholar lainnya berbeda pendapat dengan Patrizzi misalnya Cornelius Lapide dll. Pendapat silsilah Maria atau teori  Marian Genealogy telah ada di abad-abad sebelumnya seperti oleh John Damascus etc. Hillaries of Poitiers (315-367M) walaupun mungkin tidak menerima teori tersebut, dia menyebutkan tentang adanya pendapat ini. Ini berarti sebelum abad ketiga telah ada pendapat silsilah Maria tidak hanya Julius Africanus mengenai Levirate Marriage atau silsilah Yusuf. Hanya saja catatan Africanus yang sempat terekam sebagai kutipan dalam tulisan Eusebius.
 
Keterangan mengenai nama orang tua Maria dalam injil Apokrif yaitu Yoakim & Anne (Hanna) tidak dilengkapi penjelasan tentang silsilah Maria atau kedua orangtuanya.  Malah tradisi Islam mencampur adukan antara nama ayah Maria (Maryam) dalam Quran yaitu Imran dan mengambil nama ibunya Anne (Hanna) dari injil Apokrif.

Pseudo Matthew Gospel. Chap. 4. ...  And having weaned her in her third year, Joachim, and Anna his wife, went together to the temple of the Lord to offer sacrifices to God, and placed the infant, Mary by name...

Yoakim nama ayah Maria dalam injil Apokrif bisa saja perubahan nama dari Eliakim yang disingkat Eli. Keduanya mengandung nama ilahi Yo=Yehovah dan El=Elohim. Contoh perubahan dapat dilihat dalam PL dari Elyakim menjadi Yoyakim.
2 Raj_23:34  Firaun Nekho mengangkat Elyakim, anak Yosia, menjadi raja menggantikan Yosia, ayahnya, dan menukar namanya dengan Yoyakim.

Selain itu dalam kitab Judith versi Yunani (Septuaginta) pada pasal 4 tertulis nama imam besar Yoakim sedangkan dalam versi Latin (Vulgata) dengan nama Eliakim “..Sacerdos etiam Eliachim scripsit ad universos qui erant contra Esdrelon..”. Perbedaan ini terletak pada perbedaan teks dari beberapa manuscript yang menandakan adanya variasi penyebutan Eliakim-Yoakim yang bersifat interchangeable.

Memang point mengenai nama Eli/Eliakim/Yoakim terkesan spekulatif. Namun jika ditambah dengan penjelasan budaya Special Adoption & pendapat bapa gereja seperti John Damascus, serta penjelasan tentang figur Maria yang menjadi sentral utama dalam narasi Lukas. Maka pendapat bahwa silsilah di Lukas adalah silsilah Maria cukup kuat & masuk akal.

"This conjecture finds some support from the fact that the Matthean birth narrative focuses more on the role of Joseph than of Mary, while Luke’s narrative makes Mary the more central figure in the drama. It also comports with the ancient conjecture that Joseph is ultimately the source of much of the Matthean birth narratives, while Mary is the source for most of Luke’s material. ...." Green, Joel G.; McKnight, Scot; Marshall, I. Howard; editors, Dictionary of Jesus and the Gospels, (Downer’s Grove, IL: InterVarsity Press) 1998, c1992.

4. Silsilah Yusuf & Maria di Lukas
Jika pendapat Africanus mengenai Levirate Marriage (silsilah Yusuf) menjadi acuan, ini  tidak berarti catatan silsilah dalam Lukas hanya milik Yusuf. Karena kemungkinan lainnya silsilah itu juga bisa milik Maria mulai pada level tertentu karena adanya faktor kekerabatan/pertalian keluarga (Consanguinity) antara Yusuf & Maria yang berarti Maria berada pada jalur Nathan sedangkan Yusuf dari jalur Salomo sekaligus Nathan.

Hal menarik dalam buku William Lukyn mengenai jawaban Androinicus (1310M) terhadap pertanyaan orang Yahudi tentang Maria sebagai keturunan Daud. Androinicus menyatakan telah menemukan sebuah tulisan seorang rabi Yahudi (Elijah) yang menyebutkan Maria keturunan Daud. Sekaligus informasi nama orang tua Maria Yoakim dan Anne serta kaitannya dengan Levirate Marriage.

"Why do Christians extol Mary so highly, calling her nobler than the Cherubim, incomparably greater than the Seraphim, raised above the heavens, purer than the very rays of the sun? For she was a woman, of the race of David, born to Anne her mother and Joachim her father, who was son of Panther. Panther and Melchi were brothers, sons of Levi, of the stock of Nathan, whose father was David of the tribe of Judah." William Lukyn, Adversus Judaeos: A Bird's-Eye View of Christian Apologiae until the Renaissance, Cambridge University Press, 2012

Dalam bagian lain di buku Lukyn tersebut juga tertulis hal senada yang mengacu pada dokumen Yahudi Doctrina Jacobi (634M). Dalam dokumen itu disebutkan tentang cemoohan seorang rabi dari Tiberias tentang Maria.
“..Anda he said, Why do the Christians magnify Mary? She is the daughter of David and not Theotokos (i.e. born of God), for Mary is a woman, daughter of Joakim and her mother was Anna. Now Joakim is son of Panther and Pather was brother of Melchi, as the tradition of us Jews in Tiberias has it, of the seed of Nathan, the son of David, of the seed of Judah.. (idem).

Berdasarkan data ini, menjadi jelas bahwa pandangan Julius Africanus tidak bisa dijadikan dasar menolak silsilah Maria di Lukas. Lebih tepatnya silsilah Maria sekaligus silsilah Yusuf yaitu pada Lewi yang memperanakan Melchi kakek dari Yusuf dan Panther kakek dari Maria.

5. Maria keturunan Harun?
Argumentasi muslim lainnya yaitu tesis Maria keturunan Harun. Sepertinya mereka terinspirasi dengan pembahasan seputar masalah penyebutan Maryam saudara perempuan Harun dalam Quran (Surah Maryam 19). Kita tidak akan membahasnya dalam tulisan ini.

Namun point yang relevan, inti argumentasi muslim tentang Maryam saudara perempuan Harun ini yaitu mencoba membangun "link" antara Maryam ibu Yesus dengan Maryam pada masa Musa yang adalah saudara perempuan Harun. Namun jika mencermatinya justru terjadi kontradiksi dengan pendapat muslim bahwa Maria (Maryam) ibu Yesus adalah keturunan Harun. Karena "link" itu mengacu pada saudara perempuan Harun bukannya langsung Harun dan di Quran tidak tertulis Maryam anak Harun.

Sekarang mari kita lihat ayat-ayat Bible.
Luk 1:5  Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
Luk 1:36  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

Elizabeth & Zakharia jelas keturunan Harun yang berarti dari suku Lewi (Bil 17:8). Kata kuncinya terletak pada kata "syngenis" yang berarti relative/cousin etc atau sebagai sepupu, tante dan hubungan kekeluargan lainnya. Namun yang jelas bukan hubungan kakak adik apalagi usia Maria dan Elizabeth terpaut jauh. Bisa jadi ibu Maria adalah saudara perempuan Elizabeth atau saudara perempuan ayah Elizabeth.

Kemungkinan Maria keturunan Harun bisa saja, namun bukan berarti dia bukan keturunan Daud. Dalam Bible begitu jelas bahwa Yesus adalah keturunan Daud secara daging yang berarti Maria juga adalah keturunan Daud.

Rom 1:3  tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud
Dalam kitab Ibrani disebutkan bhw Yesus berasal dr suku Yehuda.
Ibr 7:14  Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apapun tentang imam-imam.

Androiicus dalam dialognya dengan orang Yahudi mengutarakan bahwa Yesus tidak saja keturunan suku Yehuda, dia juga keturunan suku Lewi atau keturunan Harun & Daud “.. And our Gospel is true, when itu says that Mary is the kinswoman of Elizaveth, for the tribes of Judah and of Levi were mingled”. William Lukyn, Adversus Judaeos: A Bird's-Eye View of Christian Apologiae until the Renaissance, Cambridge University Press, 2012

6. Bukti Yesus keturunan Daud secara daging melalui Maria.
Point paling penting, lepas dari perbedaan pendapat seputar silsilah ini. Yesus jelas keturunan Daud secara physically/genetic selain secara hukum melalui Yusuf yang mewarisi royal lineage. Sebagaimana ditulis diawal, semua orang Israel tercatat silsilahnya dan catatannya tersimpan dalam dokumen publik (Public Records/Register) di Yerusalem. Dokumen ini bisa diakses dan bisa dijadikan dasar oleh musuh-musuh kekristenan baik orang-orang Yahudi yang belum percaya termasuk penguasa Romawi untuk menyerang kekristenan. Dalam Talmud, Yesus dituduh anak perwira Romawi (Ben Pandera) yang menghamili Maria namun tidak ada catatan yang menolak Yesus atau Maria sebagai keturunan Daud.

Pada dokumen Yahudi kuno seperti Doctrina Jacobi dan acuan Androinicus pada rabi Yahudi masa-masa awal, menyebutkan Maria keturunan Daud. Bahkan telah dikenal di kalangan Yahudi seperti di Tiberias bahwa Maria keturunan Daud “...as the tradition of us Jews in Tiberias has it, of the seed of Nathan, the son of David, of the seed of Judah” (idem).

Berikut rincian tambahan bukti Maria keturunan Daud yang berarti Yesus juga keturunan Daud secara fisik.
Why 5:5  Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainy
KPR 2:30  Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya.

Para bapa gereja yang hidup dekat dengan masa hidup Yesus juga menyaksikan hal ini. Seperti Ignatius dari Antiokhia (110M).
“...For the Son of God, who was begotten before time began, and established all things according to the will of the Father, He was conceived in the womb of Mary, according to the appointment of God, of the seed of David, and by the Holy Ghost. Epistle of Ignatius to the Ephesians Chapter XVIII. - The Glory of the Cross.

Demikian juga dengan injil Apokrif yang dijadikan acuan muslim untuk penyebutan nama orang tua Maria: Yoakim & Hanna juga menyebutkan bahwa Maria keturunan Daud.
“...The blessed and glorious ever-virgin Mary, sprung from the royal stock and family of David”. Gospel of the Nativity of Mary, Chapter 1
"...  And the priest said: Call unto me pure virgins of the tribe of David. And the officers departed and sought and found seven virgins. And the priests called to mind the child Mary, that she was of the tribe of David and was undefiled before God:"  Protevangelium of James,

Bahkan yang menarik ahli tafsir Islam klasik seperti Tabari & Ibn Kathir menyatakan juga Maria keturunan Daud. Berbeda dengan banyak apologis muslim masa kini yang menolaknya termasuk Ahmed Deedat yang mempopulerkan pandangan Yesus bukan keturunan Daud.
al-Tabari menuliskan daftar silsilah Maria melalui Imran sampai ke Salomo.
“...According to Ibn Humayd- Salamah- Ibn Ishaq: As far as I could learn from her lineage, Mary was the daughter of ‘Imran b. Josiah b. Amon b. Manasse b. Hezekiah b. Ahaziah b. Jotham b. Azariah b. Amaziah b. Joash b. Ahaziah b. Joram b. Jehosaphat b. Asa b. Abijah b. REHOBOAM b. SOLOMON. The History of al-Tabari Volume IV - The Ancient Kingdom, The State University of New York Press; Albany, 1987

Demikian juga dengan Ibn Kathir menuliskan tafsirnya mengenai Surah 19:16
“... She was Maryam bint `Imran from the family lineage of Dawud..”

Dari seluruh uraian ini, bukti bahwa silsilah di Lukas adalah silsilah Maria atau kombinasi silsilah Yusuf & Maria begitu kuat. Sehingga bisa dipastikan Yesus adalah keturunan Daud baik secara hukum maupun secara daging. Kesimpulan akhir yang bisa ditarik Yesus memang Sang Mesias anak Daud.

Yoh 7:42  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal
Mat 22:42  "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."

Amin..
Share:

Genealogy Discussion (Seri 1): Yesus Keturunan Daud Melalui Yusuf

Penulis dari The Yeshiva Institute bernama Menachem Ali selanjutnya disingkat M Ali menuliskan kajian seputar silsilah Yesus & Muhammad Link 1, Link 2 & Link 3.  Dalam tulisannya M Ali berupaya menyajikan data & intepretasi bahwa Muhammad berdarah Yahudi yang berarti keturunan Ishak sekaligus keturunan Ishmael. Di sisi lain yang bersangkutan mendiskreditkan perihal silsilah Yesus dalam injil Matius & Lukas bahkan menyerang masalah orang tua Yesus berdasarkan literatur rabbinik. Kajian tersebut memang terkesan akademik dengan argumentasi yang terlihat powerfull, namun jika diteliti secara cermat ternyata banyak kelemahan dengan argumentasi & data yang digunakan. Bahkan tanpa disadari atau memang disadarinya, beberapa point argumentasinya justru menyerang otentitas Quran itu sendiri.

Mengingat persoalan yang dibahas cukup kompleks, maka tanggapan atas kajian M Ali akan dibagi 5 (lima) bagian. Pertama, tentang Yesus keturunan Daud melalui Yusuf. Kedua, Yesus Keturunan Daud melalui Maria, telah ditulis sebelumnya Link. Ketiga, menjawab tuduhan Talmud tentang orang tua Yesus yang dianggap sebagai pezinah. Keempat mempertanyakan validitas data & signifikansi atas klaim Muhammad berdarah Yahudi dan mempertanyakan historitas klaim Muhammad keturunan Ishmael. Dan kelima, menyajikan perbandingan antara silsilah Yesus & Muhammad serta konklusi pembahasan.

Sebelum kita lanjut dalam pembahasan pertama, kita perlu melihat dua faktor utama yang mendasari diskusi kita yaitu Mesias dari keturunan Daud & kelahiran Yesus dari perawan Maria (The Virgin Birth). Berikut ini data tentang kedua faktor penting tersebut.
= Mesias keturunan Daud
Yes 11:1  Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah
Yer 23:5  Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

Selain keturunan Daud, Mesias juga disebutkan berasal dari keturunan Yehuda salah satu anak Yakub/Israel. Namun kita fokus pada pembahasan keturunan Daud yang merupakan bagian utama dari pengharapan mesianik bangsa Israel.

= The Virgin Birth
Dalam injil Mat 1:18 disebutkan bahwa Maria telah mengandung dari Roh Kudus sebelum Yusuf & Maria hidup sebagai suami istri. Demikian pula dalam penulisan silsilah Yesus, kedua penulis injil "aware" dengan adanya fakta The Virgin Birth ini.
Luk 3:23  Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli. 
Mat 1:16 "Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus".


Dalam injil Lukas digunakan kalimat "menurut anggapan orang" (ōn huios hōs enomizeto) dan dalam injil Matius kata egenn├žsen (bentuk aorist aktif) artinya "memperanakkan" tidak digunakan untuk menghubungkan Yusuf & Yesus. M Ali mengomentari hal ini dengan menyatakan "...Pada teks Injil Matius 1:1 St. Matius berbicara silsilah Yesus dalam konteks teologis, sebaliknya pada Injil Matius 1:16 ternyata St. Matius berbicara justru dalam konteks historis yang sebenarnya, karena secara de facto Yesus memang tidak memiliki nasab dari jalur Yusuf secara biologis..". Pada bagian lain M Ali menyatakan ".. susunan redaksi teks Matius 1:16 justru berubah 360% yakni berpola dogmatis, bukan berpola genetis..".

Saya kira pernyataan M Ali tidak tepat, justru penulis injil Matius menyajikan data historis apa adanya bukan pernyataan dogmatis seperti klaim M Ali. Bukankah dalam ayat berikutnya (Mat 1:18) dituliskan narasi tentang kehamilan Maria yang tidak ada unsur keterlibatan Yusuf, sehingga penulis ini memang "aware" terhadap faktor "The Virgin Birth" atas kelahiran Yesus. Karena dalam ayat 16 penulis secara jelas menyebutkan Maria yang melahirkan Yesus dan bukan Yusuf memperanakan Yesus.

Ok mari kita masuk pada inti pembahasan tentang Yesus sebagai Keturunan Daud melalui Yusuf.
Image result for Jesus Joseph

M Ali merumuskan kriteria Mesias dengan tiga kategori "... seorang Messiah harus (1) seorang laki-laki dan bukan seorang perempuan, (2) nasabnya harus bersambung dari jalur garis ayah (lineage of the father) karena sistem silsilah merujuk pada sistem patriakhal, dan bukan bersambung pada jalur garis ibu, (3) dia nasabnya bersambung kpd Raja Daud..". Saya sependapat dengan kategori 1 & 3, namun berbeda pendapat dengan kategori 2 karena yang disebut sebagai keturunan Daud tidak harus melalui jalur ayah tetapi bisa juga melalui jalur ibu dan Yesus memenuhi kedua jalur tersebut. M Ali kemudian menambahkan penjelasan bahwa keturunan dari jalur ayah itu harus keturunan secara biologis dan Yesus tidak memenuhi syarat berdasarkan kriteria tersebut  "...status jalur 'biologis' tidak ada hubungan sama sekali antara Yesus & Yusuf..". Namun masalahnya tidak data yang secara jelas menegaskan tentang point keturunan biologis ini.

Ok mari kita bahas secara detail tentang hal ini, terlebih dahulu membahas tentang keharusan keturunan biologis untuk penyebutan seorang anak. Apakah disebut sebagai anak yang sah haruslah anak kandung secara biologis? Data dari Tanakh & literatur rabbinik jelas berkata tidak. Memang untuk anak non biologis biasa kita kenal dengan sebutan anak angkat atau anak adopsi. Namun dari data yang ada, hampir tidak ada perbedaan signifikan antara anak biologis vs anak non biologis karena keduanya sama-sama disebut sebagai anak.

Pertama-tama kita lihat dari data yang diajukan M Ali tentang Levirate Marriage dalam pembahasannya atas silsilah dalam injil Lukas. ".. Jadi Yusuf bukan anak angkat Eli, karena konsep anak angkat tidak dikenal dalam silsilah, yang dikenal hanyalah silsilah dalam perkawinan Levirat (Ulangan 25:5-6)".
Ulg 25:5  "Apabila orang-orang yang bersaudara tinggal bersama-sama dan seorang dari pada mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri orang yang mati itu kawin dengan orang di luar lingkungan keluarganya; saudara suaminya haruslah menghampiri dia dan mengambil dia menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan kewajiban perkawinan ipar.
Ulg 25:6  Maka anak sulung yang nanti dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang sudah mati itu, supaya nama itu jangan terhapus dari antara orang Israel.


Dalam aturan tentang Levirate Marriage disebutkan tentang seseorang yang telah kawin kemudian mati dengan tidak meninggal anak laki-laki, maka saudara dari yang meninggal itu kawin dengan istri dari yang meninggal itu. Anak laki-laki yang lahir dianggap sebagai anak dari yang meninggal itu. Ini berarti anak itu adalah anak non biologis dari yang meninggal. Sebenarnya hal ini sudah ada sebelum Taurat diberikan kepada Musa yaitu pada masa Yakub. Kej 38:8  Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: "Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu."

Dari data ini, point saya jelas bahwa yang disebut anak tidaklah harus anak secara biologis. Ketentuan ini memang secara khusus diatur dalam aturan Levirate Marriage dan bisa dikatakan sebagai "special adoption". Hal seperti ini bisa juga terjadi dalam kondisi lain seperti antara Yusuf & Yesus.

Selanjutnya kita lihat data tentang Musa yang diangkat sebagai anak oleh puteri Firaun.
Kel 2:10  Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."
M Ali memberi komentar tentang hal ini ".. Fir'aun mengangkat Musa sbg anak angkat, karena Musa bukan anak istrinya. Dan itu pun tradisi Mesir, bukan tradisi Yahudi. Musa adalah anak orang Ibrani, atau anak orang lain yang dibuang, lalu diangkat menjadi anak angkat oleh Firaun...".

M Ali menyatakan hal itu bukanlah tradisi Yahudi melainkan tradisi Mesir, namun sayangnya M Ali yang familiar dengan literatur rabbinik justru mengabaikan data yang ada dalam Talmud yang bertentangan dengan pernyataan tersebut.
"..R. Simon b. Pazzi once introduced an exposition of the Book of Chronicles as follows: 'All thy words are one, and we know how to find their inner meaning'. [It is written], And his wife the Jewess bore Jered the father of Gedor, and Heber the father of Socho, and Jekuthiel the father of Zanoah, and these are the sons of Bithya the daughter of Pharaoh, whom Mered took. Why was she [the daughter of Pharaoh] called a Jewess? Because she repudiated idolatry, as it is written, And the daughter of Pharaoh went down to bathe in the river, and R. Johanan, [commenting on this,] said that she went down to cleanse herself from the idols of her father's house. 'Bore': But she only brought him [Moses] up? - This tells us that if anyone brings up an orphan boy or girl in his house, the Scripture accounts it as if he had begotten him. 'Jered': this is Moses. Why was he called Jered? Because manna came down [yarad] for Israel in his days..." (Talmud Mas. Megillah 13a)

"And his wife Ha-Jehudiah bore Yered the father of Gedor [and Heber the father of Soco, and Jekuthiel the father of Zanoah] and these are the sons of Bithia the daughter of Pharaoh, whom Mered took. Now, 'Mered' was Caleb; and why was he called Mered? . - Because he opposed the counsel of the other spies. But was he [Moses] indeed born of Bithia and not rather of Jochebed? - But Jochebed bore and Bithia reared him; therefore he was called after her". (Talmud Mas. Sanhedrin 19b)

Keterangan dalam Talmud ini merupakan interpretasi atas tulisan dalam kitab Tawarikh (JPS/Jewish Publication Society)
1Tw 4:17  And the sons of Ezrah: Jether, and Mered, and Epher, and Jalon. And she bore Miriam, and Shammai, and Ishbah the father of Eshtemoa -
1Tw 4:18  and his wife Hajehudijah bore Jered the father of Gedor, and Heber the father of Soco, and Jekuthiel the father of Zanoah - and these are the sons of Bithiah the daughter of Pharaoh whom Mered took.


Dalam Talmud ini disebutkan tentang puteri Firaun bernama Bithiah (daughter of God) yang kemungkinan diberi nama itu setelah convert ke Judaism. Kemudian disebut sebagai Jehudijah atau diterjemahkan secara literal menjadi "Jewess" dalam Sanhedrin. Bithiah ini kawin dengan Mered dan melahirkan beberapa anak. Namun yang menarik salah satu anak bernama Jered menurut Talmud adalah Musa (Moses) yang secara genetis anak dari Jochebed dan Amram (Kel 6:20), tetapi Jered ini tetap disebutkan sebagai anak dari Bithiah.

Terlepas dari benar tidaknya intepretasi dari Talmud ini, pointnya tetap jelas bahwa perihal anak adopsi bukan hanya tradisi Mesir melainkan juga bagian dari tradisi Yahudi. Sebagai data tambahan dari Midrash yang meneguhkan point tersebut. Shemot Rabbah 46:5 He who brings up a child is called “Father,” not he who merely begot him.

Sekarang kita lihat data seputar Yesus sebagai anak Yusuf.
Dalam Matius 1:18 dituliskan tentang Maria yang bertunangan dengan Yusuf keturunan Daud dan Maria ternyata telah mengandung dari Roh Kudus sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Masalah tentang pertunangan dan kaitannya dengan status suami istri bisa disimak di Link ini. Hal ini membuat Yusuf akan menceraikan Maria yang dianggapnya telah berzinah atau telah berhubungan seks dengan orang lain (Ay 19). Tuduhan ini dikembangkan dalam Talmud dan sayangnya M Ali ikut serta mendukung tuduhan Talmud itu, padahal Quran sendiri menerima konsep "The Virgin Birth" dan tidak menerima tuduhan zinah tsb. Tetapi malaikat Tuhan datang menjumpai Yusuf dan menegaskan untuk tetap mengambil Maria sebagai istri dan menjelaskan bahwa kandungan Maria dari Roh Kudus (Ay 20-21) dan Yusuf melakukan apa yang diperintahkan malaikat itu (ay 24-25).

Dari narasi ini, Yesus jelas lahir dari keluarga Yusuf & Maria serta Yusuf menerima Yesus sebagai anaknya. Hal ini semakin dipertegas dengan ritual Sunat kepada Yesus yang dilaksanakan Yusuf & Maria (Luk 2:21), membawa anak itu ke Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan (Luk 2:22-23) dan secara rutin tiap tahun pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah (Luk 2:41). Pada usia ke-12, Yesus dibawa ke Yerusalem dan terpisah dengan kedua orang tuanya. Saat Yesus ditemukan oleh orangtuaNya, ibuNya bertanya kepadaNya "..lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau (Luk 2:48). Maria menyebutkan kalimat "Bapa-MU dan aku.." yang menunjukan dengan jelas bahwa Yusuf adalah ayah dari Yesus.

Berdasarkan semua data ini tidaklah terlihat perbedaan signifikan antara anak biologis dan anak non biologis karena sama-sama disebut sebagai anak. Anak dari hasil Levirate Marriage tetap disebut sebab anak dari saudaranya yang telah meninggal. Musa (Jered) menurut Talmud walaupun bukan anak biologis dari Bithiah (Puteri Firaun) tetap disebut sebagai anak Bithiah. Data lain dari Talmud  juga menegaskan bahwa anak adopsi itu dianggap sebagai anak yang dilahirkan ".. This teaches thee that whoever brings up an orphan in his home, Scripture ascribes it to him as though he had begotten him". (Talmud Mas. Sanhedrin 19b)
Demikian pula Yesus disebut anak Yusuf tidaklah salah, bukankah Maria sendiri menyebutkan bahwa Yusuf adalah ayah Yesus. Dalam ayat-ayat lain Yesus juga disebut sebagai anak Yusuf.
Yoh 6:42  Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?"
Luk 4:22  Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"
Yoh_1:45  Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."


Lalu bagaimana dengan ayat berikut ini?
Rom 1:3  tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,
Ayat ini menuliskan tentang Yesus sebagai keturunan Daud menurut daging atau keturunan secara genetik yang merujuk ke Maria. Paulus dalam surat-suratNya banyak berbicara pada aspek inkarnasi Yesus sebagai Firman yang menjadi manusia (Rom 8:3, 9:5, 1 Tim 3:15) sebagaimana juga dituliskan oleh rasul Yohanes (Yoh 1:1, 2 Yoh 1:7). Hal ini berkaitan dengan nubuatan mesianik seperti Mesias yang menderita (Yes 53), Kelahiran sang Mesias (Yes 7:14, Mika 5:1), Mesias yang Ilahi (Yes 7:24, 9:6) dll.

Namun bukan berarti yang disebut sebagai keturunan Daud hanya dari sisi genetik. Pada bagian lain dari PB kita bisa melihat Yesus disebutkan sebagai keturunan Daud secara hukum. Hal ini berkaitan dengan nubuatan mesianik yang berbicara tentang Mesias sebagai Raja sehingga lebih banyak dikaitkan dengan Daud yang keturunannya dijanjikan menjadi Raja yg kekal (Yes 11:1, Yer 23:5). So.. apakah Yesus memiliki legal standing sebagai Mesias sang Raja?

Dalam pembahasan kita sebelumnya, anak hasil dari Levirate Marriage juga disebut sebagai anak dari saudaranya yang meninggal. Hal ini berarti secara hukum anak itu sah sebagai anak dari saudara ayah kandungnya yang telah meninggal sehingga berhak menerima warisan. Demikian pula Yesus berhak menerima warisan dari Yusuf karena Yesus adalah anak yang sah secara hukum. Tidak hanya hukum Yahudi termasuk hukum internasional saat itu yaitu hukum Romawi.

Pertama Yusuf & Maria secara resmi telah bertunangan/menikah (Mat 1:18, Luk 2:5) dan hal ini tentu dicatat secara administratif menurut hukum Yahudi dalam sebuah "public records"termasuk nama anak mereka. "...Jews preserved their genealogical tables with remarkable accuracy through all the centuries before the birth of Jesus and also during the first century after His birth.. In his Autobiography (para. I) Josephus states that he reproduces his genealogical table as he found it "in the public records". And in his work Against Apion (i) he relates how Jews—even those who lived outside Palestine—sent the names of their children to Jerusalem to be officially recorded. (Geldenhuys, New International Commentary: The Gospel of Luke). Kedua, Yusuf & Maria telah membawa Yesus sebagai anak mereka untuk menjalankan ritual Yahudi yaitu Sunat hari ke delapan (Luk 2:21), pentahiran (Luk 2:22-23) dan secara rutin tiap tahun mengikuti ritual Paskah (Luk 2:41), sehingga secara hukum Yahudi Yesus benar-benar anak Yusuf. Ketiga, Yesus sebagai anak mereka telah didaftarkan dalam sensus yang dilaksanakan oleh pemerintahan Romawi (Luk 2:1).

Mari kita lihat kembali pernyataan M Ali tentang hal ini "..Jadi kalau secara hukum TaNaKH, status Yesus yang disebut anak Daud yang dikaitkan dng Yusuf ternyata tidak memiliki makna apapun. Dalam hal ini saya tidak mempersoalkan status hukum Yusuf sebagai keturunan Daud melalui King Salomo, dan laporan Injil Matius itu sesuai dng status hukum dalam TaNaKH, baik ditinjau dari status perkawinan ipar nenek moyang Yusuf maupun bila ditinjau dari status garis ayah biologis beliau. Namun yang kita kaji ini adalah status hukum Yesus, bukan status hukum Yusuf. Yesus tidak memiliki status hukum apa2 bila dikatikan dng Yusuf.."

Berdasarkan kajian ini maka pernyataan M Ali ini tidaklah berdasar, karena Yesus jelas memiliki status hukum sebagai anak Yusuf yang sah. So... apakah Yesus keturunan Daud melalui Yusuf? jawabannya tegas Yah.

Pembahasan bagian kedua tentang Yesus Keturunan Daud melalui Maria silahkan disimak di link ini.
Share: