Hagar menggendong Ismael ?

ARGUMENTASI ISLAM
Salah satu bukti bahwa kisah Ishak & Ismael telah dipalsukan terdapat pada Kej 21:14 tentang pengusiran Hagar & Ismael.
Kej 21:14 (LAI TB) Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
Terjadi keanehan dalam ayat ini, seorang anak berumur 14 s/d 16 tahun mampu digendong Hagar.
Kej 16:16 "Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya".
Kej 21:5 "Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya".
Kej 21:8 "Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu".
Saat Ismael lahir Abraham berumur 86 tahun dan saat Ishak lahir Abraham berumur 100 tahun. Berarti saat kelahiran Ishak, Ismael telah berumur 14 tahun. Peristiwa pengusiran terjadi saat Ishak disapih (lepas susu) mungkin sekitar 1 s/d 2 tahun. Berarti waktu terjadi pengusiran, Ismael sudah berumur sekitar 14 s/d 16 tahun. Apakah Hagar mampu menggendong anak sebesar itu?

JAWABAN
Dari terjemahan LAI memang mengindikasikan bahwa Ismael diletakan di atas bahu Hagar. Untuk itu dalam menganalisisnya kita harus kembali ke bahasa aslinya Ibrani dan melihat komentar ahli tata bahasa bahasa Ibrani serta membandingkannya dengan terjemahan Alkitab lainnya. Ok ..let’s examine it …

Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
וַיַּשְׁכֵּם אַבְרָהָם בַּבֹּקֶר וַיִּקַּח־לֶחֶם וְחֵמַת מַיִם וַיִּתֵּן אֶל־הָגָר שָׂם עַל־שִׁכְמָהּ וְאֶת־הַיֶּלֶד וַיְשַׁלְּחֶהָ וַתֵּלֶךְ וַתֵּתַע בְּמִדְבַּר בְּאֵר שָׁבַע׃
Translit Interlinear: VAYASYKÊM {dan ia bangun dini} 'AVRÂHÂM {Abraham} BABOQER {pada pagi hari} VAYIQAKH-LEKHEM {dan ia mengambil roti} VEKHÊMAT {dan kirbat} MAYIM {air} VAYITÊN {dan ia memberikan} 'EL-HÂGÂR {kepada Hagar} SÂM {ia meletakkan} 'AL-SYIKHMÂH {atas bahunya} VE'ET-HAYELED {dan anak itu} VAYSYALEKHEHÂ {dan ia mengutus/menyuruh pergi} VATÊLEKH {dan ia berjalan} VATÊTA' {dan ia mengembara} BEMIDBAR {pada padang gurun} BE'ÊRSYÂVA' {Bersyeba}

Kita fokus pada kalimat “dan ia memberikan kepada Hagar ia meletakan di atas bahunya dan anak itu.”. Kalimat ini bisa memunculkan dua kemungkinan arti:
- Abraham memberikan roti & air kepada Hagar dan meletakan roti, air dan anak itu ke pundak Hagar
- Abraham memberikan roti & air kepada hagar, meletakannya kepundak Hagar dan memberikan anak itu kepadanya.
Kunci permasalahannya terletak pada kata “anak itu”. Apakah kata benda ”anak itu” objek dari kata kerja “memberikan” atau “meletakan” ?

Untuk menjawab masalah tata bahasa ini saya mengutip pendapat dari ahli teologi & tata bahasa Ibrani yang kredibel.
Kaiser, Walter C (HSB). “There is no basis for the translation of the Septuagint or the Peshitta: “and laid the boy on her shoulder.” If this were the correct reading, there would be no way to explain the present Hebrew text, which does not make “the boy” the object of the verb “lay” or “set”; instead, it is the object of the verb “gave.”"
James D. Price PhD  (AI) ” In verse 14, the word "and" in this case introduces a resumptive addition, because it has no preceeding noun phrase with which it can connect the phrase "the lad." If the text were to indicate that Abraham put the lad on hagar's shoulder, one would expect the text to read "putting "it [the bread and water] and the lad" on her shoulder." However, the objective pronoun "it" is not there. To the best of my knowledge, "and" is never used to form a compound noun phrase with an elided noun (one that is missing). Therefore, the "and" is resumptive, picking up on a previous thought and adding more to it.
Berdasarkan pendapat ahli-ahli tersebut kata “anak itu” bukanlah objek dari kata kerja “meletakan” tetapi berkaitan dengan kata kerja sebelumnya yaitu “memberikan”. Sehingga berdasarkan kajian tata bahasa Ibrani yang teliti, kalimat kedualah yang lebih tepat. “Abraham memberikan roti & air kepada hagar dan meletakannya kepundak Hagar dan memberikan anak itu kepadanya.”.

Jika membandingkan dengan terjemahan lainnya, ternyata hampir semua terjemahan juga memiliki pengertian yang sama yaitu: Ismael tidak diletakan di pundak Hagar!. Terjemahan kontekstual NIV memberi pengertian yang paling jelas:
…Abraham mengambil roti dan air dan memberikannya kepada Hagar. Dia meletakannya kepundak Hagar dan menyuruhnya pergi bersama anak itu.”

Silahkan perhatikan beberapa terjemahan2 berikut ini:
New International Version (NIV): Early the next morning Abraham took some food and a skin of water and gave them to Hagar. He set them on her shoulders and then sent her off with the boy.
New American Standard Bible (NASB): So Abraham rose early in the morning and took bread and a skin of water and gave them to Hagar, putting them on her shoulder, and gave her the boy …
King James Version (KJV): And Abraham rose up early in the morning, and took bread, and a bottle of water, and gave it unto Hagar, putting it on her shoulder, and the child, and sent her away.
New King James Version (NKJV),So Abraham rose early in the morning, and took bread and a skin of water; and putting it on her shoulder, he gave it and the boy to Hagar, and sent her away.
American Standard Version (ASV): And Abraham rose up early in the morning, and took bread and a bottle of water, and gave it unto Hagar, putting it on her shoulder, and gave her the child, and sent her away.
English Revised Version (ERV): And Abraham rose up early in the morning, and took bread and a bottle of water, and gave it unto Hagar, putting it on her shoulder, and the child, and sent her away:
Webster's Bible Translation: And Abraham rose early in the morning, and took bread, and a bottle of water, and gave it to Hagar (putting it on her shoulder) and the child, and sent her away; and she departed, and wandered in the wilderness of Beer-sheba.
World English Bible: Abraham rose up early in the morning, and took bread and a bottle of water, and gave it to Hagar, putting it on her shoulder; and gave her the child, and sent her away. She departed, and wandered in the wilderness of Beersheba.

Point lainnya:
Tidak ada bukti adanya praktek menggendong seorang bayi di atas pundak! baik pada masa dulu maupun sekarang, kecuali diletakan pada punggung, pinggul (sambil dirangkul dgn satu tangan) atau dilekatkan di depan (memakai kain gendong). Seorang ayah atau ibu yang memiliki seorang bayi, tidak masuk akal baginya untuk meletakan bayi itu di atas pundak sambil melakukan perjalanan jauh. Apalagi sekirbat air pada masa itu terbuat dari kulit binatang yang jika diisi air menjadi cukup berat sehingga sulit dibayangkan apakah ada orang tua yang bisa menggendong secara bersamaan sekirbat air, sebakul roti dan seorang anak atau bayi.

Bagaimana dengan ayat lainnya?
Kej 21:15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak
Kalau anak yang dimaksud adalah seorang bayi apakah ada seorang ibu yang tega membuangnya bayi ke bawah? Jelas ayat ini mengindikasikan bahwa anak itu adalah seorang remaja. Ke bawah semak-semak dimaksudkan untuk melindungi anak itu dari sinar matahari. Kata ”anak” dalam bahasa Ibraninya Yeled bisa bermakna bayi atau remaja tergantung konteks kalimatnya

Kej 21:17 ”Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring
Kata ”tangisan” tidak otomatis menunjuk pada tangisan bayi, tangisan ini sifatnya umum termasuk tangisan seorang anak remaja

Kesimpulan: Ismael tidak diletakan di pundak Hagar atau Ismael tidak digendong Hagar! sehingga tidak terbukti adanya kejanggalan pada pasal pengusiran Hagar & Ismael.

Catatan tambahan:
Perbedan antara terjemahan LAI dengan terjemahan lain hanyalah bersifat minor tetapi umumnya semua terjemahan memiliki inti cerita dan makna yang sama. Beberapa penyempurnaan teks dilakukan seiring dengan perbaikan teknik penerjemahan & penemuan-penemuan manuscript kuno tanpa merubah makna utamanya. Hanya bagi orang yg mencari-cari kesalahan sajalah yang cenderung membesar-besarkan persoalan yg seharus tidak seperti itu. Umumnya penemuan arkeologis meneguhkan banyak kebenaran Alkitab termasuk Dead Sea Scrolls yang terbukti memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi dengan PL http://www.apologeticspress.org/articles/266

Jaringan Apologia Kristen
Jimmy Jeffry

References:
- Kaiser, Walter C., et. al., (HSB) Hard Sayings of the Bible, Downer’s Grove, IL: InterVarsity Press, 1997
- James D. Price PhD, (AI) http://answering-islam.org/BibleCom/gen21-14.html
Share:

4 komentar:

Anonim mengatakan...

kalau kita melihat pada alquran, maka semuanya tepat. Hagar dan Ismael pergi mengembara bukanlah ketika Ishak sudah lahir.
dan Ismael memang masih bayi. hagar dan Ismael pergi mengembara karena Sara cemburu melihat Abraham lebih sayang pada HAgar dan Ismael.

remaja 16 tahun bukankah yang seharusnya membawa bekal? bukan sang ibu yang sudah tua? lagipula Ismael cengeng amat.

Anonim mengatakan...

bukan kristen namanya kalau tak main plintir plintir ayat .... mereka memang sekolah untuk main plintir ayat

anonim mengatakan...

Kej 21:15 ”Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak”
Kalau anak yang dimaksud adalah seorang bayi apakah ada seorang ibu yang tega membuangnya bayi ke bawah? Jelas ayat ini mengindikasikan bahwa anak itu adalah seorang remaja. Ke bawah semak-semak dimaksudkan untuk melindungi anak itu dari sinar matahari. Kata ”anak” dalam bahasa Ibraninya Yeled bisa bermakna bayi atau remaja tergantung konteks kalimatnya

Justru karena bayi, maka ibunya meletakannya disemak-semak untuk melindunginya, kalau dia remaja, ibunya tinggal bilang kamu tunggu disini. Jelas yang dimaksud dalam ayat ini adalah ismail masih bayi (pararel seperti dalam Quran)dan ini dikuatkan pada ayat berikutnya :

Kej 21:17 ”Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring”
Kata ”tangisan” tidak otomatis menunjuk pada tangisan bayi, tangisan ini sifatnya umum termasuk tangisan seorang anak remaja, kalau anak remaja kan punya mulut & bisa bicara pasti akan manggil ibunya, bukan nangis kaya bayi atau bahkan menyusul ngikutin ibunya untuk jalan sendiri, atau kalau ismail remaja, sebagai anak laki-laki kenapa ga dia aja yang cari air, biar ibunya ga cape, logikanya kan bisa begitu. Justru karena anak tersebut masih bayi, mangkanya cuma bisa menangis, ada gitu bayi yang bisa ngomong kecuali bayi nabi isa anak maryam

Sudahlah ga usah memutar balikkan fakta, kebiasaan dari kelompok kalian suka memutar balikan fakta sejarah dan ayat-ayat, padahal sudah jelas kedua ayat kitab kejadian justru menguatkan apa yang diberitakan Quran.

Kalau saya membaca Al-Quran dan meresapinya, bahasanya enak, walaupun kiasan tapi enak dibacanya saling terkait satu sama lain, seperti perumpamaan berjalan dijalan lurus tanpa halangan, tetapi kalau bac Al-Kitab (PB/PL)ada bahasa yang bagus, tetapi seperti ada sempalan yang dipaksakan, jadi perumpamaan bagaikan berjalan lurus tapi ada batu sandungan/lubang. Pendapat saya, kata-kata yang bagus adalah kata-kata yang datang dari Allah, sementara kata-kata yang janggal kemungkinan sempalan yang ditambahkan.
Contoh: saya lupa di bagian mana, kalau tidak salah di PL, bahwa babi diharamkan, tapi di edisi berikutnya, yang saya baca justru babi hutan diharamkan, ini agak aneh menurut saya, seolah ingin mengaburkan interpretasi yang sebenarnya, itu yang saya temukan ketika membaca Al-Kitab (Taurat, Zabur, Injil). tetapi sebagai muslim, kami beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Rasulullah, dan patokan kami membaca jelas reference dari Al-Quran karena Al-Quran disebut juga sebaga Al-Furqan (pembeda antara yang benar dan yang salah), Quran tidak menyalahkan kitab sebelumnya tetapi membenarkannya, yang dikecam oleh Quran adalah para pemuka ahli kitab yang telah merubah-rubah ayat Allah sesuai dengan kepentingan mereka dan menyembunyikan kebenaran kitab-kitab yang telah diturunkan tersebut.

Semoga Allah memberi kalian hidayah untuk melihat kebenaran itu melalui hati dan akal pikiran kalian.

Rifkha Lola mengatakan...

Bagaimana kalian bisa menilai sendiri baik/buruknya suatu agama itu? Kalian tidak tahu menahu mengenai isi Alkitab. Tapi bisa sesukanya men-judge isi dari Alkitab itu sendiri. Heran dengan orang-orang yang pemikiran dangkal seperti kalian. Kata atau kalimat disetiap buku/kitab punya makna tersendiri. Kalian bisa mengerti dengan mudah dan bisa meng-angguk-an kepala isi dari kitab Al-quran. Karena pakai bahasa yg mudah dipahami. Tapi, apa kalian paham makna dari kalimat itu sendiri? Belum tentu. Alkitab punya bahasa yang susah di pahami. Karena Alkitab menyimpan teka-teki supaya bisa lebih di'korek' lebih dalam. Sehingga, pembaca yang sebelumnya tidak paham menjadi lebih paham dengan info yang lebih banyak. Jadi, jangan suka menilai dan memberikan pendapat sendiri. Lebih baik berperilaku yg benar. Ibadah dengan benar dan tidak menilai agama lain. Apalagi mengatakan yang tidak baik terhadap agama lain. Jangan bersikap seperti tidak mempunyai agama.