Dialog Seputar Nubuatan Mesianik Yes 7:14-16


Pengantar: Dialog ini terjadi di grup CLDC membahas nubuatan Yesus dalam Yes 7:-14-16. Silahkan mencermati dialog konstruktif ini

Yes 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Yes 7:15 Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik,
Yes 7:16 sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong.
Ini lebih tepat Single Prophecy, Typology atau Dual Prophecy??, let's share..
Ma Lobo:
Ada juga yang mengatakan ini adalah 'dual fulfillment of prophecy'. Mengapa menggunakan opsi-opsi seperti di atas?

Deky Hidnas Yan Nggadas: 
Wah ini topik menarik. Saya punya beberapa komentar, berkenaan dengan isu ini.

Pertama, menurut saya istilah "single" atau "dual" prophecy, agak aneh. Kenapa aneh? karena sebenarnya yang dipersoalkan bukan soal prophecy (nubuat)nya, tapi penggenapannya. Orang biasanya memahami bahwa bagian di atas adalah nubuat. Ini adalah satu hal. Mengenai apakah nubuat ini digenapi pada masa Yesaya dan atau juga pada kelahiran Yesus dari anak dara, ini adalah hal lain. Bila yang dimaksud adalah hal yang pertama, maka istilah bapak tepat. But, bila yang dimaksud adalah yang terakhir, maka mungkin istilah yang tepat adalah "single fullfillment" or "double fullfillment". Dan saya kira, isu ini arahnya kepada fullfillmentnya. Ini soal istilah.

Kedua, saya lebih condong kepada "double fullfillment". Mengapa? Karena nubuat ini digenapi baik pada masa Yesaya, maupun pada masa Yesus, yaitu merujuk juga kepada kelahiran Yesus dari anak dara. Poin ini sangat kuat, karena mengasumsikan the unity of the canon. Mereka yang menolak double fullfillment, telah menceraikan kesatuan kanon. Dan ini adalah asumsi yang tidak sah! Kenapa tidak sah? Karena bila menerima Yesaya 7:14 sebagai nubuat tunggal tanpa menerima Matius sebagai penggenapan futuristiknya (double fullfillmentnya), maka sikap ini adalah sikap yang selektif. Dan dari segi eksegetis, merupakan fallacy yang disebut eisegesis.

Ketiga, mengapa bukan tipologi? Karena rujukan penggenapannya dalam Matius 1:22-23, bukan merupakan sebuah alusi (atau rujukan tidak langsung). Ini adalah kutipan langsung yang melihat kelahiran Yesus dari anak dara sebagai penggenapan dari nubuat Yesaya. Berbeda halnya, misalnya pencobaan Yesus 40 hari di Padang Gurun dilihat sebagai tipologi karena itu adalah rujukan tidak langsung yang diarahkan para penulis Injil sebagai korespondensi dari pengalaman 40 tahun perjalanan Israel di Padang Gurun menuju Kanaan. Perjalanan Israel tersebut adalah tipologi dari pencobaan Yesus di Padang Gurun.

Meski begitu, konsep double fullfillment, bila dipikirkan lebih dalam lagi, akan mengantar kita kepada konsep berikutnya yaitu apa yang disebut dengan sensus plenior. Konsep ini berhubungan dengan isu: apakah Yesaya mengetahui bahwa nubuatnya semata-mata berhubungan dengan situasi pada masanya atau dia juga mengetahui bahwa nanti di depan, nubuatnya itu akan digenapi juga dalam diri Mesias? Menurut sesnsus plenior, Yesaya tidak mengetahui ini. Yesaya memaksudkan nubuat tersebut bagi situasinya. Tetapi, TUhan yang memberikan nubuat tersebut memaksudkannya juga sebagai nubuat futuristik yang akan mencapi klimaks penggenapannya dalam situasi Yesus, yaitu kelahiran-Nya dari seorang anak dara.

Jadi saya menganut double fullfillment dari perspektif sensus plenior.

Tambahan komentar untuk paragraf tentang sensus plenior di atas, artiya Matius menangkap "arti yang penuh" dari maksud nubuatan Yesaya, yang sebenarnya Yesaya sendiri tidak memahami hal ini. Matius menangkap "arti penuh" ini karena memang sejak awal, Tuhan yang memberikan nubuat ini memaksudkannya demikian. Perlu juga ditambahkan bahwa fuller sense ini ditangkap oleh para penulis PB yang "melihat ke belakang" yakni nubuat2 atau lontaran2 para penulis PL dan menghubungkannya dengan Kristus sebagai klimaks penggenapannya:

Ama Bura:
Buat yang mengikuti diskusi di sini, FYI - istilah sensus plenior yg dimaksud bro Deky Hidnas Yan Nggadas diatas adalah istilah latin yg berarti demikian: "Dalam bahasa Latin, frase sensus plenior berarti "a fuller sense of." Frase ini dalam eksegesis Alkitab, digunakan untuk menggambarkan arti yang lebih dimaksudkan oleh Allah tetapi tidak dimaksudkan oleh penulis manusia.
http://en.wikipedia.org/wiki/Sensus_plenior

Jimmy Jeffry:
Saya kira prophecy-fullfilment adalah pasangan yang tak terpisahkan, sebuah teks tidak akan disebut prophecy jika tidak ada fullfilment-nya. Jika diidentifikasi, ada 2 object prophecy yaitu kelahiran anak Yesaya (konteks waktu dekat) dan kelahiran Yesus (konteks waktu jauh). Term Single prophecy & dual prophecy saya gunakan mengacu dari sudut pandang prophecy-nya. Atau term Dual/Double Fullfiment kalaua dilihat dr sudut pandang fullfilmentnya.. yah ini hanya masalah istilah.

Tentu kita sepakat Yes 7:14 adalah nubuatan mesianik, salah satu ayat favorit di berbagai perayaan Natal. Namun jika ayatnya diperpanjang ke ayat 15-17, tentu bisa membingungkan bagi mereka yang telah berasumsi itu nubuatan tunggal kelahiran Yesus. Karena ayat 15-17 adalah proof text untuk membantah nubuatan tunggal tsb.

Dari setting sejarah nubuat itu diberikan, terjadi saat Yehuda sedang dalam ancaman serangan aliansi kerajaan utara (Israel)/Efraim/Samaria dengan rajanya Rezin bersama kerajaan Aram dengan rajanya Peka. Namun Allah menyelamatkan Yehuda melalui kerajaan Asyur yang menghancurkan aliansi tersebut (dua raja) seperti yg digambarkan dalam ayat 16 ".. sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong."

Jika nubuatan diberikan tahun 735 SM dan jika anak yang menjadi penunjuk waktu itu lahir sekitar setahun sesudah itu, maka anak tersebut tentu telah berumur 12 tahun pada tahun 722 SM ketiga Samaria jatuh ketangan Asyur. Damsyik diserbu pasukan Tiglat Pileser II di tahun 732 SM, data ini cocok dengan Yes 8:4 "sebab sebelum anak itu tahu memanggil: Bapa! Ibu! maka kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria akan diangkut di depan raja Asyur".

So bisa dipastikan pendapat single prophecy/fullfilment (hanya untuk Yesus) tereliminasi.

Uraian setting sejarah di atas, sering dijadikan point kunci untuk membantah nubuatan mesianik Yesus oleh kelompok Jewish Anti Missionary seperti rabi Tovia Singer dll, malah muslim ikut memainkan point ini. Tetapi argumen yang mencoba membatasi arti nubuatan ini akan kesulitan mensinkronkan dengan beberapa ayat lain yang relevan namun memberi indikasi objek prophecy tersebut tidak hanya sebatas human being seperti pada penyebutan negerinya Imanuel.
Yes 8:8 serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!"

Serta berkaitan dengan pasal-pasal berikutnya tentang kelahiran Raja Damai.
Yes 9:6 "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."
Bahkan counter argument mereka bahwa ayat ini merujuk ke Anak Ahaz akan kontradiksi dengan asumsi nubuatan Imanuel yang merujuk ke anak Yesaya. So.. korelasi Yes 9 dengan nubuatan Imanuel memberi petunjuk pada adanya objek prophecy lain yang lebih besar.

Nah, sekarang tinggal kita melihat nubuatan mesianik Yesus, apakah merupakan dual prophecy/dual fullfilment atau typology? Saya semula cenderung pada typology, kelahiran Imanuel (konteks waktu dekat) yg dinamakan Maher-Syalal Hash-Bas (8:1) merupakan type (lambang) dan pemenuhannya (antitype) terpenuhi dalam Yesus. Maher Syalal menjadi tanda pembebasan Yehuda dari penjajahan fisik Samaria & Aram, sedangkan Yesus sebagai tanda pembebasan umatnya dari dosa. Maher Syalal lahir dari seorang perempuan muda (almah) dan Yesus pun lahir dari seorang perawan Maria. Tentu perlu pembahasan tersendiri tentang Almah-Btulah.

Kira-kira paralelnya mirip dengan peristiwa ular tembaga (type) dan Yesus (antitype)
Bil 21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup
Yoh 3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan. Serta beberapa contoh lainnya seperti Yunus dalam perut ikan tiga hari tiga malam dll.

Namun setelah membaca kajian pak Deky, sepertinya dual fullfilment atau dual prophecy juga cocok. Karena beberapa aspek prophecy itu tidak bisa terpenuhi Maher Syalal seperti penyebutan negeri Imanuel dan kelahiran raja Damai (pasal 9) yang hanya bisa terpenuhi oleh Kristus. So dari diskusi ini, saya perlu melengkapi pandangan saya bahwa nubuatan mesianik Yesus dalam Yes 7:14 merupakan typology & juga merupakan dual fulfillment/prophecy. Beberapa kesamaan aspek antara Maher Syalal & Yesus merupakan relasi type-antitype (typology) dan aspek khusus tertentu merupakan second prophecy/fullfilment yang hanya terpenuhi dalam Kristus.

Deky Hidnas Yan Nggadas:
Wah..saya sebenarnya belum masuk ke kajian historisnya..saya masih ada di level paradigmatisnya. But, Pak Jimmy Jeffry sudah kasih kajian historis yang bagus sekali.
Iya pak, dual fullfillment atau double fullfillment, saya percaya lebih representatif. Tx for sharing pak. Kalau berkenan, thread ini didokumentasikan supaya kelak bisa dibaca kembali dan diperdalam.

Ma Lobo:
Memang di beberapa sumber, saya temukan penjelasan mengenai Dual Prophecy yang isinya sama saja dengan Dual Fulfillment. Mungkin dalam dunia teologi ini berlaku juga preferensi untuk menggunakan istilah-istilah teologis. Contohnya anda VS Deky Hidnas di sini.
Share:

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Kedatangan hamba Allah
"" "" "" "" "" "" "" "" "" "
'Atmak' belum tentu berarti 'yang ku junjung' tapi itu sebenarnya nama

penulisan Atmak adalah אתמך
penulisan Ahmad adalah אחמד

Dalam Yesaya 42:1, Allah berkata
"Lihatlah, 'Hambaku' (diucapkan sebagai Abd-ee), 'yang Ku junjung' (diucapkan sebagai Atmak);

Allah menubuatkan tentang kedatangan hamba-Nya
Lihatlah Hambaku Ahmad (Yesaya 42:1) - dan begitu siapa Ahmad ini? disebut hamba Allah?

Dia tidak lain adalah
Abd-Allah Ahmad (Hamba Allah, Ahmad) - Nabi Muhammad saw