Tanggapan atas "Pendapat Ilmuwan terhadap Bible"


Reference 1: Dr. Mr. D. N. Mulder dalam bukunya "Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama", tahun 1963, pagina 12 dan 13, berkata sebagai berikut: "Buku ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin."

Answer 
Proses pewahyuan penulisan Alkitab bukan dengan cara Allah mendiktekan kata demi kata, namun penulis yang diilhamkan Allah menuliskanya sesuai dengan keberadaannya. Misalnya surat Paulus yang teologinya sangat dalam karena latarbelakangkan sebagai seorang sarjana Yahudi murid Gamaliel. Walaupun latarbelakang yang berbeda, pesan ilahi dapat disampaikan lewat tulisan-tulisan itu. Selain itu penulisan Alkitab juga berdasarkan konteks sosial & budaya pada masa penulis Alkitab. Di sini seringkali kekeliruan penafsiran terjadi karena kurangnya pemahaman hal ini.

Mengenai naskah asli atau yang disebut autograph memang sudahh tdk ada, yang ada adalah salinan dari  salinan. Ini juga terjadi dengan Quran itu sendiri. Namun tingkat akurasi Perjanjian Baru sangatlah tinggi karena didukung banyak manuscript yang ada (total sekitar 24.000). Memang ada kemungkinan kekeliruan dalam proses penyalinan, namun itu hanya masalah variasi teks, urutan teks dan lain-lain. Bahasa Yunani adalah sebuah bahasa yang berinfleksi artinya kalau dalam bahasa Indonesia/Inggris jika tertulis "Anjing menggigit manusia" dan "Manusia menggigit anjing" maka jelas terjadi perbedaan makna. Namun tidak masalah dalam bah. Yunani. Satu kata berfungsi sebagai subyek dari kalimat tanpa memperhatikan di mana kata itu berada dalam urutan & maknanya tidak berubah.

Dr. Norman Geisler menyatakan bahwa tingkat akurasi Perjanjian Baru mencapai 99.5%, sisanya hanyalah masalah variasi kata (A General Introduction to the Bible, Chicago, Moody Press, 1980). Bahkan sarjana Textual Critisisme yang sangat disegani di dunia Bruce Metzger (penulis buku The Text of the New Testament) saat membandingkan melimpahnya manuscript Perjanjian Baru menyatakan: "..itu adalah segunung manuscript (Perjanjian Baru) dibandingkan dengan sarang semut Tacitus & Josephus".

Melalui analisis pohon silsilah manuscript, semuanya mengarah pada satu sumber naskah asli dengan tingkat kesesuaian yang sangat tinggi. Studi masalah ini disebut Textual Critisisme. Selain itu otentitas Alkitab didukung banyaknya penemuan arkeologi & literatur kuno lainnya seperti tulisan Yosephus, Tacitus, Pliny The Younger, Pleghon, Thallus dan lain-lain.
---------------------

Reference 2: Drs. M. E. Duyverman dalam bukunya "Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru", tahun 1966, pagina 24 dan 25, berkata sebagai berikut: "Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesa-lahan dalam naskah asli yang dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan-salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar diantara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja."

Answer
Adanya perbedaan antar salinan adalah konsekuensi  wajar dari banyaknya salinan (manuscript) yang ada. Namun perbedaan itu jumlahnya kecil & tidak berpengaruhi secara signifikan terhadap ayat-ayat yang menjadi pilar doktrin-doktrin utama kekristenan seperti Kristologi dan lain-lain. Proses kanonisasi dilakukan sejak abad ke-2 s/d ke-5 dan merupakan sebuah peneguhan terhadap kitab-kitab yang telah diterima secara alami oleh jemaat abad-abad awal. Kanonisasi bukanlah dengan cara mengumpulkan semua kitab lalu menyeleksinya satu persatu, tetapi hanya meneguhkan kitab-kitab yang memang telah dikenal otentik.
-------------------

Reference 3: Dr. B. J. Boland dalam bukunya "Het Johannes Evangelie", p. 9, "Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh orang jaman kini... bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar."

Answer
Penulisan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani (Gerika) bukan berarti mengadopsi atau dipengaruhi pola pikir Yunani. Jika saya bukan orang Jawa kemudian tahu berbahasa Jawa dan menulis buku dalam bah. Jawa, apakah buku saya otomatis dipengaruhi budaya Jawa?. Penulisan Perjanjian Baru dalam bah. Yunani merupakan hal yang wajar karena pada saat itu bah. Yunani adalah bahasa yang umum digunakan. Bahkan Yesus dalam mengajar sering mengutip Septuaginta (versi Yunani dari Tanakh Ibrani/PL).

Merril C. Tenney, Survey Perjanjian Baru : “Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi di pengadilan dan bahasa pergaulan sehari-hari, seperti yang terlihat dalam tulisan-tulisan di atas papirus, surat-surat cinta, tagihan, resep, mantera, esai, puisi, biografi, dan surat-surat dagang, semuanya tertulis dalam bahasa Yunani, bahkan tetap demikian hingga masa pendudukan Romawi. ..”
Bruce Metzger, The Language of the New Testament, dalam The Interpreter’s Bible : “Bahasa Yunani, secara meluas dimengerti di Palestina, terutama di ‘Galilea wilayah bangsa-bangsa lain’ seperti yang disebut dalam Mat.4:15. "
----------------

Reference 4: Dr. A. Powel Davies dalam bukunya "The meaning of the Dead Sea Scrolls The New American Library" "Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, membawakan cerita yang sama. Terdapat pertentangan-pertentangan di dalamnya, sehingga tidaklah mungkin sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini. Namun Injil Johannes, menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil pertama itu. Bila Injil Johannes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu salah; bila ketiga Injil itu betul, maka Injil Johannes pasti salah.

Answer

Memang sekilas terdapat perbedaan antara Injil Yohanes dengan ketiga Injil lainnya. Namun perbedaan itu lebih ke gaya penulisan saja. Injil Yohanes ditulis belakang sesudah ketiga Injil lainnya selesai ditulis, maka rasul Yohanes menganggap tidak perlu untuk menuliskan kembali hal-hal yang sudah ada pada ketiga Injil lainnya kecuali beberapa hal yang dianggapnya perlu. Sebagai murid yang dekat dengan Yesus pasti tahu lebih banyak dari yang lain sehingga ia cenderung menekankan pada inti pengajaran Yesus itu sendiri. Sedangkan mengenai perbedaan-perbedaan menyangkut narasi dalam Injil hanyalah penyajian sudut pandang yang berbeda namun dengan inti cerita yang sama. Justru kalau narasinya persis sama maka akan mengarah pada teori konspirasi.
----------------

Reference 5: Dr. G. C. Vari Niftrik dan Dr. B. J. Boland dalam bukunya "Dogmatika Masakini", cetakan ketiga; tahun 1978, p. 322, berkata seba-gai berikut: "Kita tidak usah merasa malu bahwa terdapat pelbagai kekhilafan di dalam Al-Kitab; kekhilafan tentang angka-angka, perhitungan-perhitungan tahun dan fakta-fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu berdasarkan caranya isi Al-Kitab telah disampaikan kepada kita, sehingga dapat kita berkata: dalam naskah asli tentu-lah tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan-kekhilafan itu barulah ke-mudiannya terjadi di dalam turunan-turunan (salinan-salinan-pen) naskah itu."

Answer
Biasanya perbedaan dalam angka & teks disebabkan pada kekeliruan proses penyalinan. Bisa saja ada tanda baca atau huruf yang sudah luntur atau kabur. Namun inti kisahnya tidak mengalami perubahan yang signifikan. Referensi yang bagus pembahasan perbedaan penulisan ini yaitu buku Gleason L. Archer, Encyclopedia of Bible Difficulties, Zondervan, Grand Rapis, 1982. Buku ini telah diterjemahkan dengan judul yang sama oleh penerbit Gandum Mas.
--------------------------

Reference 6: Herman Bakels (1871-1954) dalam bukunya "Nij Ketters? Ya.. Om deere Gods", "Adapun enam buah kitab (Weda, Awesta, Kitab-kitab tentang Budha, Tao-teking, Kitab--kitab Confusius, Al-Qur'an) tidak begitu saya kenal. Akan tetapi Bijbel kita ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya mengincah Bijbel kita ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang saya katakan, bahwa di Eropa, saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat dengan hal-hal yang tidak benar dari pada Bijbel.
Dia juga berkata: "Hampir semua kitab-kitab dalam bibel itu menyesatkan, yakni memakai nama. palsu, yaitu tidak ditulis oleh pengarang-pengarang yang tercantum nama mereka di atasnya, melainkan ditulis jauh di belakang mereka"

Answer
Para bapa gereja awal telah memberikan kesaksian bahwa penulis keempat Injil adalah Markus, Matius, Lukas & Yohanes. Tidak ada bukti referensi tandingan bahwa orang lain yang menuliskannya. Atau tidak ada bukti pernyataan dari bapa-bapa gereja yang menyatakan bahwa keempat Injil itu bukan ditulis oleh Markus, Matius, Lukas & Yohanes. Beberapa ahli modern yang mencoba membantah keempat penulis ini justru berada pada masa yang jauh dari peristiwa penulisan Injil. Tentu kesaksian para bapa gereja lebih meyakinkan dibanding ahli-ahli tersebut.

Injil Markus ditulis berdasarkan kesaksian Petrus. Petrus telah dikenal di jemaat awal sering menggunakan penerjemah dan ini bisa juga meliputi penulisan/penerjemahan. Penulisan dengan bantuan sekretaris/juru tulis/penerjemah adalah hal biasa pada masa itu. Seorang sekretaris bisa melakukan perubahan minor dalam redaksi kata, mirip seperti dilakukan seorang editor di masa kini. Petrus mendiktekan tulisannya dalam bahasa Aramik & mungkin juga menggunakan Yunani. Bapa gereja Eusebius menyatakan :” This also the presbyter said: Mark having become the interpreter of Peter, wrote down accurately, ... whatsover he remembered of things said or done by Christ...” (seperti juga yang dikatakan para penatua: Markus adalah penerjemah dari Petrus, menuliskan secara akurat, apa yang diingatnya mengenai perkataan & perbuatan Kristus).

Matius, seorang pemungut cukai (tax collector) di kota Kapernaum, tentu sebuah pekerjaan yanglebih tinggi yang berarti memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik. Mereka cukup kaya & memiliki pergaulan yang cukup luas baik sesama pemungut cuci & “orang berdosa” kemungkinan gentiles (orang-orang non Yahudi).
Mat 9:10 "Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya."
Dalam setiap pekerjaan Matius harus membuat laporan pekerjaan apalagi menyangkut keuangan. Sehingga cukup masuk akal menyatakan bahwa Matius mempunyai kemampuan menulis injil. Eusebius mengatakan: “Matius disebutkan oleh Papias bahwa ia memiliki koleksi catatan berbagai perkataan (Yesus)”

Injil Yohanes ditulis oleh rasul Yohanes seperti yang dikatakan Ireneus. Ireneus (180 AD) mengutip Polikarpus : John, the disciple of the Lord, who leaned back on his breast, published the Gospel while he was resident at Ephesus in Asia. Yohanes yg dibuang di pulau Patmos & mati diusia tua, tentu memiliki waktu yg lebih dari cukup utk memperdalam penguasaannya terhadap bahasa Yunani & menuliskan injilnya.

Lukas adalah rekan perjalanan Paulus & ia sering bertemu dengan para rasul. Melalui kesempatan itu ia mendapatkan banyak informasi tentang kehidupan Yesus. Lukas sebagai seorang sejarawan tidak dapat dipungkiri. Unger seorang arkeolog mengatakan bahwa arkeologi telah membuktikan keotentikan kisah Injil, terutama Injil Lukas. Sir William Ramsay seorang arkeolog besar mengakui ketelitian Lukas terhadap topografi Asia Kecil. Tentu jika Lukas sudah begitu teliti terhadap data detail seperti masalah geografi maka sudah tentu dia akan semakin teliti menuliskan hal yang jauh lebih penting yaitu tentang Yesus.
------------------

Reference 7: Surat kabar di Ghana, yaitu Harian Times, 24 Juni 1964 yang dimuat oleh harian Mercusuar Yk. tertanggal 31-8-1968; Mr. RT. Payet, di dalam parlemen inggris tahun 1964 mengusulkan kepada Pemerintah Inggris dalam hal ini The British Home Secretary agar Injil dilarang beredar. Salah satu di antara sebabnya seperti yang ia katakan sebagai berikut: "I know of no book in history which could compare with the Bible as a source of bru-tality and sadistic conduct. Artinya: Tidak ada di dalam sejarah satu buku yang merupakan sumber dari perbuatan-perbuatan yang brutal dan sadis selain Injil ini. (I. Sudibya Markus dalam buku "Dialog Islam--Nasrani dan Usul Pelanggaran Injil di Inggris", terbitan Potrosari Ler. 28 Mgl.).

Answer

Ini hanya pendapat pribadi & bukan pendapat mayoritas. Hal ini disebabkan karena ia kurang memahami  Alkitab dengan baik. Dalam Alkitab, tindakan-tindakan yang dianggap "brutal" terjadi dalam konteks peperangan. Sebuah buku sejarah yang jujur tentu tidak hanya menuliskan peristiw sejarah yang bagus-bagus saja. Alkitab adalah buku yang jujur bahkan menuliskan kesalahan para nabi Israel termasuk dosa Daud (kasus Uria & Batsyeba) seorang nabi yang sangat dihormati. ITetapi Alkitab juga memaparkan konsekuensi dari dosa-dosa tersebut. Ini menjadi pelajaran bagi kita, ibarat cermin yang akan memperlihatkan muka kita apa adanya, bahwa dosa adalah dosa & layak mendapat hukuman.
--------------

Reference 8:
Prof. Herbert J. Muller dalam buku "The Uses of the Past, p. 168 lewat bukunya O. Hashem, "Marxiesme dan Agama", tahun 1965, Japi Surabaya, p. 45, berkata: "Scholars regard this text ( I Johannes 5:7) as a later interpolation however, since it does not appear in the best manuscripts." Artinya: Para sarjana menganggap bahwa naskah ini ( I Johannes 5:7) adalah suatu sisipan/tambahan kemudian, karena ayat seperti ini tidak diketemukan pada manuskrip-manuskrip terbaik.

Answer
1 Yoh 5:7 yang berisi ayat tentang Trinitas memang tidak terdapat dalam beberapa manuscript, frase ini semula hanya penjelasan tambahan dari para penyalin namun pada salinan berikutnya masuk ke dalam kalimat. Para peneliti & penerjemah Alkitab menyadari hal ini sehingga berbagai versi terjemahan Alkitab memberi penjelasan kepada pembaca tentang hal ini. Bahkan beberapa terjemahan telah menghapus frase ini. Alkitab terjemahan LAI memberi dalam kurung untuk frase tersebut. Kasus ini sangat jarang terjadi termasuk  & masih banyak ayat lain dalam Alkitab yang mengajarkan Trinitas.

Reference 9: Kata Herman Bakel dan Dr. A. Powel Davies, "Injil Matius 28:19 dan Injil Markus 16:9-19 adalah sisipan. Bacalah bukunya." (Hashem, "Jawaban Lengkap Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl," terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94).

Answer
Mar 16:9-19 dikenal sebagai "long ending Mark" memang menjadi perdebatan para ahli, tetapi seandainya bagian ini tidak terdapat dalam naskah aslinya, tetap tidak mempengaruhi inti pengajaran dari kitab Markus. Bukti kebangkitan Kristus masih bisa ditemukan dalam bagian lainnya. Tidak ada doktrin penting kekristenan yang hanya terdapat dalam bagian itu. Sedangkan Mat 28:19 memang juga cukup diperdebatkan, namun kecenderungan para ahli bahwa ayat ini otentik. Kedua ayat-ayat ini termasuk 1 Yoh 5:7 hanyalah kasus-kasus khusus yang jumlahnya sangat sedikit dibanding dari total seluruh ayat Perjanjian Baru.
------------------

Reference 10: Uskup John Shelby Spong dalam bukunya Why Christianity Must Change or Die (1998). (Mengapa agama Kristen Harus Berubah (keimanannya) atau akan Mati).
"Kita harus membebaskan Yesus dari kedudukannya sebagai Jurusalamat… Ajaran ini harus dicabut dan dibuang"

Answer
Tentang Shelby Spong & bukunya tersebut silah lihat di link ini http://www.tektonics.org/qt/spong01.html

Reference 11: Reverend DR Charles Francis Potter dalam bukunya The Lost Years of Jesus Revealed (1992). "Para pemuka agama Kristen tidak dapat dimaafkan untuk (mempertuhankan Yesus) dengan memanfaatkan keterbatasan… berfikir orang-orang Palestina 2000 tahun yang lalu"

Answer
Ketuhanan Yesus telah diimani sejak masa para rasul-rasul masih hidup. Thomas memberikan pengakuan keilahian Yesus. Yoh 20:28 "Thomas menjawab Dia, Ya Tuhanku dan Allahku". Pengakuan akan keilahian Yesus diajarkan secara berkesinambungan melalui bapa-bapa gereja (Paradosis Katakete). Kemudian diteguhkan melalui perumusan pengakuan iman pada konsili Nicea & Konstantinopel.

Reference 12: John Davidson dalam bukunya The Gospel of Jesus (1995).
"Barangkali kita (umat Kristen) telah tersesat selama 2000 tahun"
Contoh diatas memperlihatkan bahwa para pakar di atas bukannya mengatakan bahwa agama mereka, Kristen, adalah agama yang paling benar, tetapi malah sebaliknya mengakui bahwa agama mereka ternyata adalah agama yang salah dan menyesatkan.

Answer
Siapa yang tersesat? .. berikan buktinya!
------------

Reference 13: Selanjutnya kalau saudara mengutip Karl Rahner tentang Teologi Inklusif yang sekarang mulai dianut oleh Vatikan: "Agama lain adalah bentuk implisit dari agama kita". Hal ini tidak berlaku untuk agama Islam dan Kristen sebagaimana yang dibeberkan oleh Pakar sejarah Max I.
Dimont dalam bukunya Jews, God and History (1994). "Pemisahan antara Kristen dan Yahudi terjadi setelah tahun 50-an, setelah sekte Kristen dibawa ke penyembahan berhala dan menjadikannya agama dunia" Dari pernyataan Max I. Dimont ini, jelas terlihat bahwa Islam sebagai agama wahyu bukan merupakan bentuk implisit dari agama dunia (Kristen).

Answer
Pembahasan tentang Karl Rahner & teologi inklusif dibahas tersendiri. Apa yang dimaksud dengan penyembahan berhala? bukti keilahian Yesus cukup banyak tercatat dalam Perjanjian Baru & didukung catatan dari para bapa gereja. Tulisan Max I. Dimont yang menyerang Alkitab tidak otomatis membuktikan Islam. Sebuah pertanyaan penting: apakah para sarjana liberal yang menyerang Alkitab akhirnya menerima Quran sebagai kitab suci yang benar? Justru yang terjadi sebaliknya banyak terjadi pemikir di kalangan Islam setelah meneliti Quran akhirnya menjadi Atheis atau Agnostik seperti Ali Sina (FaithFreedom), Ali Dhasti, Ibnu Waraq dan lain-lain. Bahkan banyak diantaranya yang menjadi percaya Kristus seperti Mark Gabriel http://www.drmarkgabriel.com dan lain-lain.
----------

Reference 14: Demikian pula kalau saudara mengutip John Hick dan John B. Cobb Jr. yang mengatakan bahwa "Agama berbeda-beda tetapi semuanya benar", ini dibantah kembali oleh John Shelby Spong dalam bukunya Rescuing the Bible from Fundamentalism (1991) dengan mengatakan:
"Dia (Paulus) tidak menulis firman Allah. Yang dia tulis adalah kata-katanya sendiri yang khusus, penuh keterbatasan serta memiliki berbagai kelemahan sebagai ciri seorang manusia"

Answer
Paulus sering dituduh menyesatkan kekristenan, namun bukti-bukti yang ada berkata lain. Paulus justru diterima di kalangan para rasul & pengajarannya sesuai dengan ajaran rasul-rasul lainnya (Kisah Para Rasul 15). Bahkan tulisan Paulus diakui sendiri oleh rasul Petrus.
2 Pet 3:15-16 "Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain."
----------

Reference 15: Rev. David J. Fant, seorang Setiausaha Umum bagi New York Bible Society: The question naturally arises, do any of the original manuscripts of the Bible still exist? The answer is No. The original manuscripts were on papyrus and other perishable materials and have long since disappeared.
(Soalan biasanya ditanya, adakah naskah-naskah asal Alkitab masih wujud sehingga kini? Jawapannya tidak. Naskhah-naskhah asal di atas papirus dan bahan-bahan lain yang mudah rosak semuanya telah lama hilang)
Kenyataan di atas dipetik daripada Rev. David J. Fant, Simple Helps and Visual Aids to Understanding The Bible, m.s. 6.

Answer
Silahkan lihat Answer 1

Reference 16: Dr. Verkuyl di dalam bukunya berjudul Fragmenta Apologetika, bahawa
Kitab-kitab Alkitab yang seluruhnya berjumlah 66 itu, datang kepada kita dalam bentuk salinan-salinan yang beribu-ribu banyaknya. Naskah-naskah asli yang tertulis dalam tulisan tangan-autographa telah hilang semua.

Answer
Silahkan lihat Answer 1.
-------------------------

Demikian pembahasan terhadap pendapat Ilmuwan atau sarjana liberal terhadap Alkitab. Memang umumnya mereka menyerang otentitas Alkitab, namun beberapa diantaranya justru tetap percaya Alkitab seperti Verkuyl dan lain-lain. Pernyataan mereka seperti mengatakan  naskah asli (autograph) sudah tidak ada bukan berarti mereka otomatis tidak percaya Alkitab.

Bukti yang meneguhkan keotentikan Alkitab sangatlah berlimpah, sehingga seorang skeptis seperti Josh McDowell setelah mempelajari bukti-bukti ini akhirnya menjadi percaya. Frank Morrison seorang yang akan menulis sebuah buku yang ingin membuktikan bahwa Kristus tidak dibangkitkan justru menemukan fakta sebaliknya. Akhirnya dia menerbitkan buku yang berbeda dari tujuannya semula.

Masalahnya di sini bukannya "tidak dapat percaya" tetapi "tidak mau percaya". Lee Strobel seorang atheis yang menjadi percaya dalam bukunya "The Case for Christ" (terjemahan: Pembuktian Kebenaran Kristus, Gospel Press) setelah melalui serangkai penelitiannya dia kemudian mengatakan "...bukti berseru-seru meminta untuk diuji melalui pengalaman.." akhirnya dia menerima Kristus sebagai juruselamatnya.

Share:

10 komentar:

Anonim mengatakan...

dari tanggapan2 anda saja sudah sangat sangat sangat jelas bahwa alkitab itu buatan manusia....
bukan langsung dr Allah SWT. krn berisi cerita2 yg berasal dr berbagai pemuka pada saat itu...
terus gimana mau dikatakan kitab suci kalo dalam 1 kitab suci banyak terjadi pertentangan yg sangat jelas seperti matematis

Al mengatakan...

FYI,

Buku Max I. Dimont lainya (The Indestructible Jews) sudah diterjemahkan dan diterbitkan dengan judul: "Dilema Yahudi, atau Suratan Nasib?"

Bisa diperoleh di Gramedia Pondok Indah Mall atau Gramedia Matraman, Jakarta.

Anonim mengatakan...

Dari jawaban anda diatas, saya mengarisbawahi
1. Matius seorang ahli cukai yg menulis riwayat Yesus dg mewawancarai Petrus.2.Yohanes seorang yang terbuang lalu mengilhami cerita ttg yesus dengan sebuah hasil karyanya selama berada dipembuangan. 3. lukas adalah sahabat Paulus yg hidup setelah yesus, mereka berdua juga bagian dari penulis PB.
Artinya PB adalah karya tulis manusia yang dipercaya oleh umat kristen telah mendapat bimbingan roh kudus untuk menuliskan ceritanya di dalam ayat-ayat PB. Tebukti bahwa PB adalah hasil karya tulis manusia setelah kematian Yesus, bukan dari catatan Yesus sendiri atau firman dari Tuhan langsung, maka tentu sja banyak sekali perbedaaan pemahaman dan penafsiran diantara ke empat penulis tersebut bahkan ada yang bertentangan.
Sayang sekali PB hanya mengizinkan penulis yg sudah ditetapkan oleh seminary. Padahal penginjil BARNABAS tidak kalah dengan penulis injil yang lainnya bahkan Dia bersahabat dekat dengan mereka, sayang sekali injil Barnabas ditolak oleh Gereja waktu itu. Apakah karya Barnabas dianggap bukan sebagai pencerahan dari Roh Kudus ?, kenapa waktu itu pihak otoritas Gereja pilih kasih?. Kalau saja karya Barnabas diizinkan masuk sebagai salah satu karya di dalam PB, maka tentu akan lain lagi ceritanya.
Mohon pencerahannya.

chairil musa bani mengatakan...

tuh yang kasih tanggapan ilmuan apaan.. Ciakakakak..

SiSaM mengatakan...

Ini adalah bukti-bukti bahwa bible Tidak mengalami perubahan yang signifikan, dan otensitas kesahihannya tetap terjaga dengan Rapi.http://translate.google.com/translate?hl=id&sl=en&tl=id&u=http%3A%2F%2Fwww.csntm.org%2F.

Hezkiel Feroz mengatakan...

Seperti pertanyaan2 pembaca tidak dijawab Admin. Mengapa?

Pertanyaan2 Anda akan saya dan teman2 seiman jawab sekiranya Anda nongol di ForumKristen.com atau ForumImanKristen. Jumpa lagi di sana.

Anonim mengatakan...

Adakah penghafal Alkitab seperti yang terjadi pada orang Islam dengan Al Qurannya?

Nur Choliq, ST mengatakan...

apa pentingnya isi kitab itu harus firman tuhan,lagian agama yang mengklaim kitabnya adalah firman tuhan emang punya bukti apa?capek dech cari-cari bukti. al quran tidak kasih bukti malah kasih tantangan...ck..ck...siapa yg bisa jawab tantangannya boleh klaim ketidak-orisinalan al quran

dabita pandeglang mengatakan...

Quran tidak membutuhkan manuscript dikarenakan pada saat Muhammad masih hidup pewahyuan Quran sudah selesai. Dikala Nabi Muhammad masih hidup Quran sudah di hafal oleh ratusan sahabatnya. Kemudian hafalan tersebut dilanjutkan oleh orang2setelah mereka Dan berlanjut sampai saat ini. Bukit bahwa kemurnian AlQuran tetap terjaga adalah seluruh hafalan penghafal2 Quran di seluruh dunia sama persis (tidak Ada yang berbeda walaupun satu titik). Kalau hafalan Quaran mengalami distorsi atau penyimpangan, maka saat ini Akan banyak hafalan2 Quran yang berbeda2 dikarenakan hafalan2 yang salah tentunya juga akan meneruskan kesalahan2 hafalannya pada penghafal2 berikutnya.
Akibatnya adalah akan banyak di temukan hafalan2 Quran yang berbeda2 di seluruh dunia.

Lady Mia mengatakan...

KABAR BAIK!!!

Nama saya Aris Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu untuk Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran dimuka, tetapi mereka adalah orang-orang iseng, karena mereka kemudian akan meminta untuk pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, sehingga hati-hati dari mereka penipuan Perusahaan Pinjaman.

Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial dan putus asa, saya telah tertipu oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan digunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dan tingkat bunga hanya 2%.

Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan, telah dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda menuruti perintahnya.

Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Cynthia, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya bahwa saya kirim langsung ke rekening mereka bulanan.

Sebuah kata yang cukup untuk bijaksana.