Debat Lukas 6:40: Nubuatan tentang "Islam" ??

Debat ini terjadi di FDOA (Forum Diskusi Online Alkitab) antara Jimmy (Apologia Kristen) vs Al Dy seorang netter Muslim. Bermula dari bantahan Al Dy terhadap tulisan Bagus Pramono (Sarapan Pagi), selanjutnya debat berlangsung dalam tiga ronde. Silahkan menyimak setiap argumentasi yang ada & judge it for yourself.


Lukas 6:40 LAI TB, Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
Asumsi Islam: Dalam Luk 6:40 Yesus mengucapkan kata Islam dari kata SYALLOM.

=RONDE 1=

BP (SARAPAN PAGI):
Lukas 6: 40 tidak bermakna “agama Islam” atau “seorang Muslim” kata yang tertulis di sana adalah verba, alias kata kerja, bukan karta benda (noun). Perlu juga dipahami konteks ayat tidak sedang membicarakan suatu agama atau nubuat suatu agama, tetapi sebuah pengajaran yang menggunakan 3 perumpamaan yang ditujukan kepada murid-murid Yesus (baca selengkapnya Lukas 6:39-45), pengajaran ini berisi sejumlah petunjuk untuk kehidupan Kristiani. Kita lihat ayat Lukas dalam naskah bahasa asli Yunani dan beberapa terjemahannya, sbb :

* Lukas 6:40
LAI TB, Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
KJV, The disciple is not above his master: but every one that is perfect shall be as his master.
NIV, A student is not above his teacher, but everyone who is fully trained will be like his teacher.
Ha-Berit,אֵין תַּלְמִיד נַעֲלֶה עַל־רַבּוֹ וְדַיּוֹ לְכָל־תַּלְמִיד שָׁלֵם לִהְיוֹת כְּרַבּוֹ׃
Translit, EIN TALMID NA’ELEH ‘AL-RABO’ VIDAYUVO LIKHAL-TALIMID SYALEM LIHYOT KRABO
Naskah Bahasa Asli Textus Receptus (TR), ουκ εστιν μαθητης υπερ τον διδασκαλον αυτου κατηρτισμενος δε πας εσται ως ο διδασκαλος αυτου

Translit interlinear, ouk {tidak} estin {adalah} mathêtês {seorang murid} huper {melebihi/ di atas} ton didaskalon {guru} autou {-nya} katêrtismenos {tamat/ lulus/ yang telah selesai dilatih} de {tetapi} pas {setiap (murid)} estai {akan menjadi} hôs {seperti} ho didaskalos {guru} autou {-nya}

Kata κατηρτισμενος – “katêrtismenos” adalah verb (kata kerja) dalam bentuk – perfect passive participle – nominative singular masculine, berasal dari kata καταρτιζω – “katartizô” yang bermakna to complete thoroughly, i.e. repair or adjust — fit, frame, mend, (make) perfect(-ly join together), prepare, restore. Kata dalam naskah asli bahasa Yunani ini diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dengan kata שלם – SYALAM

Kata Islam berasal dari kata Arab ‘ASLAMA, berpadanan dengan kata Ibrani שלם – SYALAM, syin-lamed-mem. Baik bahasa Arab, Aram, maupun Ibrani berasal dari sumber yang sama, oleh karena itu sering dijumpai kata dengan akar kata yang sama. Kata benda שלום – SYALOM syin-lamed-vav-mem dibentuk dari akar kata שלם – SYALAM, berarti damai, sejahtera, selamat, berpadanan dengan kata Arab SALAAM.

Kata Islam sendiri tidak dapat ditukarganti menjadi שלום – SYALOM karena menyalahi kaidah bahasa. Padanan kata שלום – SYALOM adalah SALAAM, bukan Islam.

* Q.S. 4:94,
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, ‘Kamu bukan seorang mu’min’, dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan ni’mat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUU IDZAA DHARABTUM FII SABIILILLAAHI FA TABAYYANUU WA LAA TQUULUU LI MAN ALQAA ILAIKUMUS SALAAMA LASTA MU’MINAN TABTAGHUUNA ‘ARADHAL HAYAATID DUN-YAA FA ‘INDALLAAHI MAGHAANIMU KATSIIRATUN KA DZAALIKA KUNTUM MIN QABLU FA MANNALLAAHU ‘ALAIKUM FA TABAYYANUU INNALLAAHA KAANA BI MAA TA’MALUUNA KHABIIRAA

Jelas kata salam di atas tidak dapat diganti begitu saja dengan Islam karena yang terakhir cenderung bermakna agama sedangkan yang pertama adalah ucapan.
-----------------

BANTAHAN AL DY :
Atas wewenang apa dan darimana Theolog Kristen mengatakan bahwa bhs asli Injil itu hanya Yunani karya Textus Receptus itu.

Greek : κατηρτισμενος = katêrtismenos
Ibrani : שלם = SYALAM
Arab : سلام =Islam.

Kita langsung ke akar katanya saja,
kata ש dalam Quran =س
Kata ל dalam Quran = لا
Kata ם dalam Quran = م

Dan dalam Aramaic anda bisa lihat sendiri yang mana Sin, Lam, Mim :
http://www.omniglot.com/images/writing/aramaic.gif

Jika dikatakan bahwa akar kata ‘Islam’ adalah ‘Aslama’ yg berarti ketundukan atau kepasrahan kepada Tuhan Allah Yang Maha Tinggi, itu benar.
Dan jika dikatakan kata ‘Islam’ berasal dari akar kata ‘Syalom’ atau ‘Salam’ yg berarti ‘peace’ atau ‘kedamaian’, itu juga benar.
Coba kita perhatikan ayat Alquran yg Theolog Kristen kutip dengan mengutip tidak dengan bhs Arabia Al qurannya ini :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَتَبَيَّنُواْ وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلاَمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِندَ اللّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ كَذَلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ اللّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُواْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, ‘Kamu bukan seorang mu’min’, dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan ni’mat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”* Q.S. 4:94.

Kata السَّلاَمَ yg digunakan oleh ayat diatas, kata ‘Alif’ dan ‘Lam’ tidak bertajwid, dan ini bisa ditranslit menjadi ‘Aslama’ dan memang berarti Islam bukan.

Dan kita lihat padanan kata ‘Salam/Syalom/Islam ini pada ayat lainnya :
……الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ فَإِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Pada hari ini telah Kusempurnakan untukkamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamunikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agamabagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparantanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah MahaPengampun lagi Maha Penyayang.(Al-maidah ayat 3).

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barang siapa mencari agama selain agamaIslam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agamaitu) daripadanya, dan dia di akhirat termasukorang-orang yang rugi.

Perhatikan kata الإِسْلاَمِ, kata الإِ diterjemahkan menjadi ‘Hanya’, itu berarti jika digabungkan, maka terjemahan akan berbunyi “Hanya Salam/Kedamaian/Islam”

Dan Kata سْلاَمِ memang adalah sebuah kata kerja, dan kata ini tak ada kaitannya dengan ‘Agama’, ayat diatas mengatakan kata ‘Agama’ namun hanya terbatas pada terjemahannya saja(sy tak mempersalahkan terjemahannya), sebab kata ‘Agama’ bisa diterjemahkan ‘Pegangan’ atau ‘Ketidak kacauan’, dan ini jelas bermakna ‘Kedamaian’ juga), jadi tak bermasalah.

Jadi jelas, bahwa kata ‘Islam’ adalah ‘Syalom’ juga dan ‘Submission’ atau ‘Ketundukan’ juga.
Dan Lukas 6:40 memang benar bahwa Yesus menyebutkan kata ‘Syalom’ atau ‘Islam, dan Theolog Kristen tak perlu mempemasalahkan ini, sebab, jika Theolog Kristen tidak bertepuk sebelah tangan dalam membahas Etimologi isi kitab-kitab,Theolog sudah semestinya mengakui itu (kata Islam yg diucapkan Yesus), bukan malah menghakimi dengan menyalahkan.
----------------------------------------

TANGGAPAN JIMMY

kelihatannya tulisan sdr Al Dy memberi kesan cukup meyakinkan melalui kajian etimologisnya terhadap Lukas 6:40. Sdr Al Dy pun terkesan mengklaim paling paham kajian ilmiah & linguistik dibanding rekan diskusi lain.

Sebenarnya tafsiran muslim bhw Luk 6:40 menyebutkan ttg ISLAM bukanlah hal yg baru. Dan ini salah satu usaha Muslim utk mencari dukungan Alkiitab mengenai nubuatan Islam/Muhammad. Tetapi biasanya gaya eisegese (dari luar ke dalam) yg digunakan.
Sdr Al Dy mencoba berakrobatik etimologis dlm Luk 6:40 dgn menghubungkan kata katērtismenos (Yunani) ke bahasa Ibrani dan terus ke bahasa Arab
Mari kita kita kaji argumentasi sdr Al Dy,

KESALAHAN No.1
Pertama2 kita coba meneliti arti kata Islam itu sendiri..Seperti yg ditulis sdr Al Dy, akar kata Islam terdiri atas 3 konsonan SLM. Tetapi perlu diperhatikan, ada banyak kata yg bisa diturunkan dengan memasukan huruf vocal di antara konsonan2 tsb.

Islam اسلام => Submission
Salam سلام => Well-being/Peace
(Derivation of) Salama سلما => The stinging of a snake or the tanning of the leather
Saleema سليما => To be saved or to escape from danger (when refering to a female)
Saleem سليم => To be saved or to escape from danger (when refering to a male)
Aslam اسلم => To submit

Dari daftar kata yg diturunkan dari kata SLM terdapat beberapa kata yg maknanya berbeda, ini berarti tidak semua kata yg diturunkan dari akar kata yg sama memiliki arti yg sama. Jika ISLAM (Submission) = SALAM (Peace), bagaimana dengan kata SALAMA (The Stinging of a Snake) ? :-)

Sekarang mari kita lihat ayat2 dlm Quran & Hadits
QS 5:3 Islam adalah sebuah agama
Today, I have perfected your religion (dīn) for you; I have completed My blessing upon you; I have approved Islam for your religion
QS 3:19 Islam adalah submission kepada Allah
The Religion before Allah is Islam (submission to His Will): Nor did the People of the Book dissent therefrom except through envy of each other, after knowledge had come to them. But if any deny the Signs of Allah, Allah is swift in calling to account.

QS 8:83 Islam adalah agama dari Allah
Do they seek for other than the Religion of Allah?-while all creatures in the heavens and on earth have, willing or unwilling, bowed to His Will (Accepted Islam), and to Him shall they all be brought back.

Hadits
A lady asked to the prophet: "What is Islam?" Allah's Apostle replied, "To worship Allah Alone and none else, to offer prayers perfectly to pay the compulsory charity (Zakat) and to observe fasts during the month of Ramadan." Sahih Bukhari 1:2:47

This letter is from Muhammad, the slave of Allah, and His Apostle, to Heraculius, the Ruler of the Byzantine. Peace be upon the followers of guidance. Now then, I invite you to Islam ( surrender to Allah), embrace Islam and you will be safe” Sahih Bukhari 4:52:191

While we were in the mosque, Allah's Apostle came out and said, "Let us proceed to the Jews." So we went out with him till we came to Bait-al-Midras. The Prophet stood up there and called them, saying, "O assembly of Jews! Surrender to Allah (embrace Islam) and you will be safe!" "Know that the earth is for Allah and I want to exile you from this land, so whoever among you has property he should sell it, otherwise, know that the land is for Allah and His Apostle." Sahih Bukhari 009:092:447

By Allah! I consider him a believer." The Prophet said, "Or merely a Muslim (Who surrender to Allah)." Sahih Bukhari 1:4:247

Dalam Wikipedia pun disebutkan Submission utk Islam.The word Islam means 'submission to God',[1] and an adherent of Islam is called a Muslim. http://en.wikipedia.org/wiki/Islam.

KESALAHAN NO. 2
Sdr Al Dy mencoba menghubungkan kata ISLAM ke dalam Lukas 6:40, padahal jelas-jelas pernyataan Yesus ditulis dalam bahasa Yunani. Seharusnya dicari padanan dari daftar arti κατηρτισμενος = katêrtismenos. Sekarang kita lihat arti kata tersebut dlm bahasaYunani.

ΚΑΤΑ ΛΟΥΚΑΝ 6:40 Greek NT: Stephanus Textus Receptus (1550, with accents)
οὐκ ἔστιν μαθητὴς ὑπὲρ τὸν διδάσκαλον• αὐτοῦ κατηρτισμένος (katērtismenos) δὲ πᾶς ἔσται ὡς ὁ διδάσκαλος αὐτοῦ•

Strong’s Hebrew & Greek Dictionaries
G2675 καταρτίζω katartizō kat-ar-tid'-zo, From G2596 and a derivative of G739; to complete thoroughly, that is, repair (literally or figuratively) or adjust: - fit, frame, mend, (make) perfect (-ly join together), prepare, restore.

BlueLetterBible
1) to render, i.e. to fit, sound, complete, a) to mend (what has been broken or rent), to repair, b) to fit out, equip, put in order, arrange, adjust, c) ethically: to strengthen, perfect, complete, make one what he ought to be. http://www.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G2675&Version=kjv

Jika kita bandingkan daftar arti katêrtismenos dengan arti kata ISLAM. Sangat jelas tidak ada kata SUBMISSION atau TO SUBMIT dalam daftar arti semantik katêrtismenos. Bahkan jika dipaksakan pula kata SALAM yg berarti PEACE juga tdk ada dlm daftar tsb. Sebenarnya sampai disini kasus sdh bisa ditutup! :-)

Tetapi kemudian sdr Al Dy melakukan akrobatik yg kedua dengan menggunakan penghubung bahasa Ibrani.
Luke 6:40 Hebrew Bible
אין תלמיד נעלה על רבו ודי לכל תלמיד שלם להיות כרבו׃

Sekarang kita kita lihat arti kata שלם Shalam
The KJV Old Testament Hebrew Lexicon
1. to be in a covenant of peace, be at peace
a. (Qal)
1. to be at peace
2. peaceful one (participle)
b. (Pual) one in covenant of peace (participle)
c. (Hiphil)
d. (Hophal) to live in peace

2. to be complete, be sound
a. (Qal)
1. to be complete, be finished, be ended
2. to be sound, be uninjured
b. (Piel)
1. to complete, finish
2. to make safe
3. to make whole or good, restore, make compensation
4. to make good, pay
5. to requite, recompense, reward
c. (Pual)
1. to be performed
2. to be repaid, be requited
d. (Hiphil)
1. to complete, perform
Sumber: http://www.biblestudytools.com/lexicons/hebrew/kjv/shalam.html

Terdapat 2 makna utama dr kata SHALAM yaitu: to be in covenant of peace dan to be complete. Jika dibandingkan arti kata katêrtismenos seperti yg telah ditunjukan sebelumnya, maka yg cocok adalah arti yg kedua “to be complete” bukan PEACE. Hal ini dipertegas dengan pilihan berbagai versi PB yg mengacu pada arti kedua dgn menggunaka kata FULLY TRAINED & PERFECTED dan LAI: TELAH TAMAT PELAJARANNYA.

New International Version (©1984)
A student is not above his teacher, but everyone who is fully trained will be like his teacher.
New Living Translation (©2007)
Students are not greater than their teacher. But the student who is fully trained will become like the teacher.

English Standard Version (©2001)
A disciple is not above his teacher, but everyone when he is fully trained will be like his teacher.
New American Standard Bible (©1995)
"A pupil is not above his teacher; but everyone, after he has been fully trained, will be like his teacher.

International Standard Version (©2008)
A disciple is not better than his teacher. But everyone who is fully-trained will be like his teacher.
King James Bible
The disciple is not above his master: but every one that is perfect shall be as his master.
American Standard Version
The disciple is not above his teacher: but every one when he is perfected shall be as his teacher.

Sehingga utk kedua kalinya sdr Al Dy berakrobatik dgn memaksakan arti PEACE dr Shalam agar sesuai dgn maksudnya, padahal jelas yg dimaksud Shalam dlm bahasa Ibrani utk Lukas 6:40 adalah To be Complete.

Dalam PL sendiri ada 116 kata Shalam dan hanya 11 kata yg diartikan PEACE. King James Word Usage - pay 19, peace 11, recompense 11, reward 10, render 9, restore 8, repay 7, perform 7, good 6, end 4, requite 4, restitution 4, finished 3, again 3, amends 1, full 1, miscellaneous 8.

KESALAHAN NO. 3
Karena terlalu asyik dgn bermain etimologi, sdr Al Dy menutup mata terhadap tata bahasa yg digunakan dlm Luk 6:40 padahal sebuah eksegese yg sehat selain memperhatikan kajian etimologi juga tata bahasa dan yg paling utama konteks.

Sangat jelas kata katêrtismenos dlm bentuk kata kerja VERB dan bukan kata benda NOUN. Sekarang mari kita lihat jika kita menggantikannya dgn kata ISLAM.

Luk 6:40
KJV: The disciple is not above his master: but every one that is ISLAM shall be as his master.
LAI: Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang ISLAM akan sama dengan gurunya.

Dan coba kita kita terapkan ke beberapa ayat lainnya.

Mat 4:21
KJV: And going on from thence, he saw other two brethren, James the son of Zebedee, and John his brother, in a ship with Zebedee their father, ISLAMING(katartizontas) their nets; and he called them.
LAI: Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang MENGISLAMKAN jala di dalam perahu …

Mat 21:16
KJV: And said unto him, Hearest thou what these say? And Jesus saith unto them, Yea; have ye never read, Out of the mouth of babes and sucklings thou ISLAMED (katertiso) praise?
LAI: lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau DIISLAMKAN puji-pujian?"

Anehkan :-) .... Inilah akibatnya jika tdk memperhatikan Tata Bahasa.

KESALAHAN NO. 4
Kesalahan terakhir yang paling penting yaitu tdk memperhatikan konteks dr ayat tsb !. Seperti yg dikatakan D.A. Carson (Exegetical Fallacies, Baker Academic, 1996):
“… setiap kata memiliki rentang semantic tertentu yang terbatas, dan oleh karena itu konteks membatasi atau membentuk sebuah arti sebuah kata…”.

Dari tulisan2 sdr Al Dy kelihatannya kurang memperhatikan konteks dr kata tersebut, padahal arti yg tepat dr rentang beberapa arti dari sebuah kata sangat ditentukan konteksnya. Studi etimologi nanti sangat penting peranannya saat mengkaji sebuah kata yg muncul hanya sekali (hapax legomena) dan biasanya lebih banyak dlm bah. Ibrani dibanding bah. Yunani. Jadi jelaslah bhw studi etimologi harus dibarengi studi grammar dan konteks. Pendekatan komprehensif seperti ini yg kurang diperhatikan oleh sdr Al Dy dan banyak apologis muslim lainnya.

Silahkan pelajari Lukas 6:39-42 dimana Yesus sedang memberikan 3 perumpamaan, tidak ada indikasi bhw Yesus sedang mengajarkan tentang akan datangnya agama ISLAM. Bahkan seluruh perkataan Yesus dlm Injil tdk satupun menyinggung akan datangnya sebuah jalan keselamatan baru melalui ISLAM. Tetapi berbagai usaha berakrobatik dgn makna kata di lakukan kaum Muslim misalnya Parakletos menjadi Perikletos dsb.

Jadi bisa disimpulkan bahwa Luk 6:40 bukanlah nubuatan Yesus ttg akan datangnya agama ISLAM.
------------------------------

=RONDE 2=

AL DY
Bukankah saya sudah mempost demikian :
"Jika dikatakan bahwa akar kata ‘Islam’ adalah ‘Aslama’ yg berarti ketundukan atau kepasrahan kepada Tuhan Allah Yang Maha Tinggi, itu benar."
"Dan jika dikatakan kata ‘Islam’ berasal dari akar kata ‘Syalom’ atau ‘Salam’ yg berarti ‘peace’ atau ‘kedamaian’, itu juga benar."

Dan tambahan saya : Jika dikatakan Islam itu Agama(ketidak kacauan), itu pun benar!
Perhatikan ini :
Kata س dan لا dan م jika ditambah simbol tanda baca "Patah"pada atas س = sa
Dan terdapat simbol tanda baca "Patah"pada atas لا = La
Kemudian jika terdapat pula simbol tanda baca "suqun"pada atas م = menghubungkan huruf "La" menjadi "Lam".
Dan jika digabungkan menjadi "Sa la m".

Dan sekarang perhatikan ini :  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَتَبَيَّنُواْ وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلاَمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِندَ اللّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ كَذَلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ اللّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُواْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, ‘Kamu bukan seorang mu’min’, dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan ni’mat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”* Q.S. 4:94.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ فَإِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Pada hari ini telah Kusempurnakan untukkamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamunikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agamabagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparantanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah MahaPengampun lagi Maha Penyayang.(Al-maidah ayat 3).

Kata yang digunakan pada ayat diatas adalah الإِسْلاَمَ , dan ini bahkan sudah bertanda baca, lihatlah tanda baca "patah" yg berada dibawah 'alif lam', dan diatas 'sin' ada 'Suqun' dan diatas 'lam' ada 'patah' dan diatas 'mem' terdapat 'patah'(dibaca; penghubungan aksara 'lam').
----------

Apakah saya pernah berkata bahwa Lukas 6:40 adalah Nubuatan tentang Islam ?
Jika demikian, pasti saya akan menulis Topiknya bukan "Study Lukas", namun "Nubuat ISLAM dalam Lukas".
Yang saya tekankan disini adalah lebih dari sekedar Linguistik Alkitabiahnya, yg selalu diperkosa oleh kebanyakan Theolog Kristen...

Greek : κατηρτισμενος = katêrtismenos, dalam bhs Ibraninya adalah =
= שלם = SYALAM dan dalam bhs Arabnya = سلام =Islam.

Dan bukankah saya berkata diakhir post pertama saya :"Jadi jelas, bahwa kata ‘Islam’ adalah ‘Syalom’ juga dan ‘Submission’ atau ‘Ketundukan’ juga.

Dan Lukas 6:40 memang benar bahwa Yesus menyebutkan kata ‘Syalom’ atau ‘Islam, dan Theolog Kristen tak perlu mempemasalahkan ini, sebab, jika Theolog Kristen tidak bertepuk sebelah tangan dalam membahas Etimologi isi kitab-kitab,Theolog sudah semestinya mengakui itu(kata Islam yg diucapkan Yesus), bukan malah menghakimi dengan menyalahkan.

JIMMY

Utk point arti kata Islam = Submission vs Peace, sepertinya saya tunda dulu pembahasannya. Karena memang sudah agak OOT, nanti saja setelah pembahasan biblical Luk 6:40 sdh cukup.

Apakah benar anda tdk punya hidden agenda terhadap pembahasan Luk 6:40 utk nubuatan Islam ?? Padahal semua penulis muslim menggunakan ayat ini utk mendukung Islam dgn menyatakan bhw Yesus menubuatkan kedatangan agama Islam atau Yesus sendiri seorang Islam (Muslim). … Apakah ini berindikasi taqqiyah?

Dari analisis saya sebelumnya tuduhan di atas terbukti salah, malah yg terjadi sebaliknya.
Sangatlah jelas dr kajian tekstual : katêrtismenos (Greek) = Shalam (Hebrew) namun dlm arti TO COMPLETE bukan dlm arti PEACE.
Jika diasumsi arti Islam=Peace, maka seharusnya padanannya: Islam (Arab) = Shalam (Hebrew) dlm arti PEACE dan utk bah. Yunani padanan kata yg tepat Eirene, bukannya katêrtismenos.

Jadi jelaslah baik dr kajian Tekstual, Gramatikal & Kontekstual, Luk 6:40 tdk berkaitan dengan ISLAM dlm pengertian Salam (Peace) termasuk dlm pengertian agama Islam.
----------------------

=RONDE 3=

AL DY
taqqiyah lagi, taqqiyah lagi....
Sekali saya katakan ;
Disini Lukas 6:40 adalah kata yg sangat fleksibel dari segi makna kearah kata 'Islam'.

1.Islam : κατηρτισμένος = TO COMPLETE = who is fully developed.
2.Islam : ειρήνη = PEACE
3.Islam : Submision
Itu semua benar! Karena 'Islam' adalah memang yg 'Melengkapkan', membuat perdamaian, dan selalu tunduk pasrah kepada Tuhan Maha Tinggi.

Ini semua tidak ada yg namanya 'Padanan kata yg tepat', tapi 'Padanan makna yg tepat' Karena dalam bhs Yunani selalu ada Definition.Demikian.

JIMMY
Saya hanya menduga ada indikasi taqqiyah ...karena pernyataan anda sendiri bhw anda tdk bermaksud merujuk pd nubuatan Islam (agama). Padahal secara implisit dr pernyataan2 anda Luk 6:40 merujuk pd kata Islam (Peace) yg adalah turunan atau paralel dgn Islam (agama).

Menanggapi sanggahan saya, anda kemudian mulai memperluas makna Islam dgn menambahkan kata 'TO COMPLETE (Melengkapkan) sebagai salah satu makna dr Islam. Jelas ini adalah penemuan baru dlm apologetik Islam :-). Setelah melihat argumen sy ttg makna Shalam dlm Luk 6:40 adalah TO COMPLETE anda kemudian menyesuaikan dan menjadikan argumen sy jadi titik loncatan utk memperluaskan rentang makna Islam.

Sepertinya anda memang mahir berakrobatik arti "kata", namun anda tdk mungkin berakrobatik dgn tatabahasa apalagi Konteks ayat Luk 6:40.

(Diskusi selanjutnya, Al Dy sudah tdk memberikan point baru lagi..)
Share:

Poligami Dalam Alkitab (Seri 1)

Pertanyaan
Kekristenan selalu menyatakan mengajarkan monogami, tetapi dalam Alkitab sendiri ternyata para nabi seperti Abraham, Musa, Daud, Salomo dan lain-lain jelas-jelas berpoligami. Bukankah pernyataan tersebut kontradiksi dengan Alkitab itu sendiri?


Tanggapan:
Sebelum membahas pengajaran Kristus terhadap prinsip monogami dalam perkawinan, kita perlu meninjau masalah poligami para nabi yang terdapat dalam Perjanjian Lama.
1. Pada hakekatnya prinsip monogami merupakan hal ideal bagi manusia, makanya Allah hanya menciptakan satu isteri untuk Adam bukan isteri-isteri. Tertulis dalam Kej 2:23-24 "....Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging". Hal ini ditegaskan kembali oleh rasul Paulus dalam Ef 5:31 "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging". Sangat jelas seorang laki-laki akan bersatu dengan istrinya menjadi satu daging (1 kesatuan), maka tidaklah tepat seorang suami membentuk satu daging/kesatuan lainnya dengan perempuan lain.

2. Poligami pertama disebutkan dalam kehidupan Lamekh, Kej 4:23 "Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu... aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; ". Lamekh digambarkan sebagai orang yang  haus darah karena dendam dengan orang yang berselisih dengannnya. Sesudah itu tidak disebutkan lagi praktek poligami sampai zaman Abraham

3. Dalam kasus Abraham, bersama isterinya Sarah mereka dijanjikan Allah akan diberikan seorang anak yang akan memberikan banyak keturunan dan dari keturunan itu akan lahir seorang Mesias. Tetapi karena belum juga ada tanda-tanda mengandung, Sarah & Abraham berinisiatif membantu Allah dengan mengambil Hagar. Namun apa yang terjadi... perselisihan, sehingga Hagar & Ismael harus diusir Abraham. Perkawinan Abraham dengan Hagar jelas tindakan kedagingan akibat ketidakpercayaan

4. Ishak kawin dengan isteri tunggal Ribka, tetapi berbeda dgn Esau yang kawin dengan dua perempuan kafir, Kej 26:34-35 “Ketika Esau telah berumur empat puluh tahun, ia mengambil Yudit, anak Beeri orang Het, dan Basmat, anak Elon orang Het, menjadi isterinya.  Kedua perempuan itu menimbulkan kepedihan hati bagi Ishak dan bagi Ribka.”.  Perkawinan Esau ini berdampak tidak baik bagi hubungannya dengan Ishak & Ribka.

5. Kasus Yakub, perempuan yang dicintainya hanyalah Rahel anak Laban. Tetapi karena tipu muslihat Laban, ia terpaksa mengawini Lea. Namun apa yang terjadi, timbul persaingan dan adanya dusta, iri hati, perselisihan diantara dua perempuan bersaudara tersebut.

6. Kasus Salomo, menyebabkan dia jauh dari Tuhan 1 Raj 11:2-3 " ...Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta...isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN." Hal ini menyebabkan kemunduran rohani Salomo dan pada akhirnya kerajaannya menjadi pecah.

7. Daud, tidak sedang berada di puncak kerohaniannya ketiga mengambil Abigail dan Ahinoam sebagai istri-istrinya (1 Sam 25:42-43). Dia mengambil Batsyeba karena nafsu kedagingan setelah melihatnya dari atas sotoh istana dan berlanjut dengan siasat agar Uria suami Batsyeba mati terbunuh di peperangan. Sebagai akibatnya anak yang dihasilkan Daud dari Batsyeba harus mati. Alkitab kitab yang jujur menyajikan kisah yang terjadi apa adanya termasuk kesalahan para nabi.


Dari kasus-kasus ini, kita bisa lihat Poligami identik dengan hal-hal yang tidak baik dan menunjukan bukan sebuah model ideal karena banyaknya masalah yang timbul. Aturan dalam Taurat yang berkaitan dengan Poligami bukanlah sebuah perintah & anjuran tetapi sebuah persyaratan & aturan yang ketat. Kel 21:10 "Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.".

Kristus sendiri kemudian mempertegas hakekat perkawinan yaitu satu orang suami untuk satu orang isteri. Di luar dari itu, saat seorang laki-laki yang sedang dalam menjalani ikatan perkawinan dengan seorang perempuan lalu mengambil perempuan lain maka jelas dikategorikan berpoligami dan dengan tegas dinyatakan berzinah!.

Pada masa PL, memang harus dibedakan antara berzinah & berpoligami, karena yang berzinah adalah sebuah hubungan gelap dan jelas dilarang dan diancam hukuman mati, sedangkan berpoligami yaitu hubungan terang-terangan dengan mengambil perempuan lain menjadi isteri, namun tidak pernah diperintahkan atau dianjurkan untuk dilakukan. Karena akibatnya fatal & menimbulkan banyak masalah. Tetapi pada masa Kristus, menjadi lebih tegas bahwa Poligami itu berzinah!
  Rom 1:27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
Ef 5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri:
1Ti 3:12 Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik.

Lihat pembahasan lanjutan Poligami dalam Alkitab (2)

Apologia Kristen
Share:

Poligami Dalam Alkitab (Seri 2)

Pertanyaan
Abraham bersalah bukan karena ia mengambil Hagar, tetapi ia tidak memegang janji Tuhan akan keturunannya melalui Sara ; Abraham berusaha menggenapi rencana Allah dengan caranya sendiri melalui Hagar (abraham tidak taat akan janji Allah)- meskipun janji Allah hanya diberikan melalui Sara.

Salomo jatuh bukan karena istri banyak..tapi ia beristri dengan perempuan - perempuan yang tidak seiman sehingga mereka membelokan imannya;

Daud dihukum juga bukan karena ia beristri banyak, tetapi ia mengambil istri orang dan menempatkan suaminya di medan perang untuk terbunuh....(2 Samuel 12:8-9) Bahkan Tuhan akan menambahkan kepada Daud jika ia merasa belum cukup dengan isteri-isterinya..ayat 8; tapi Tuhan membenci cara daud mengambil istri orang dan membunuh suaminya ayat 9,

Ketika Musa melakukan poligami dengan mengambil perempuan kush (bilangan 12:1) ; Harun dan Maryam tidak puas dan mempermasalahkan kepemimpinan Musa..ketika mereka ber- 3 menghadap Allah, justru Allah tidak menyalahkan Musa yang sebagai pemimpin kok melakukan poligami dan memberikan contoh yang tidak baik; Allah membela Musa dan menghukum Maryam.


Tanggapan
Terlihat argumen di atas cukup kuat, namun jika kita menelitinya secara cermat, argumen tersebut hanya menekankan pada sebagian kebenaran yaitu dalam PL Allah tidak melarang poligami, tetapi kebenaran lainnya Allah pun tidak menganjurkan atau memerintahkan untuk melakukannya. Sejak awal prinsip moral hubungan yang ideal adalah menjadi satu daging (Adam & Hawa/Kej 2:23-24) identik dengan prinsip monogami. Namun perintah Allah yang mengatur kehidupan umatnya nanti diberikan kepada Musa (Taurat). Sebelum adanya Taurat pola hidup berpoligami telah terjadi sehingga Taurat perlu mengaturnya dengan memberikan persyaratan dan aturan ketat. Tetapi Taurat tidak pernah memberi perintah/anjuran untuk melakukannya.


Kel 21:10 "Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.".

Dari aturan tersebut sangat jelas seseorang harus memiliki tingkat moral tinggi, karena secara manusiawi sangatlah sulit berlaku adil terhadap beberapa orang istri baik kebutuhan materi, perhatian termasuk mengatur hubungan intim.

Alkitab memaparkan banyak masalah terjadi seputar kehidupan berpoligami, justru masalah-masalah itu dihadapi oleh beberapa nabi itu sendiri, apalagi hanya manusia biasa saja. Mulai dari kisah Lamekh yang identik dengan kekerasan, Abraham-Hagar yang menimbulkan perselisihan, Yakub-Rahel/Lea adanya iri hati, Musa yang menimbulkan masalah dengan Harun/Maryam, Salomo terpengaruh isteri-isterinya & Daud yang menjadi kalap. Memang benar  tidak secara tegas dinyatakan mereka salah berpoligami, tetapi dampak dari poligami itu menimbulkan banyak masalah. Sehingga potret ini memberi makna mendalam bahwa poligami bukanlah standar moral ideal, karena para nabipun mengalami banyak masalah dengan hal ini.

- Kisah Musa dgn Harun/Maryam.
Bil 12:1 "Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.".
Kita harus melihat peristiwa ini dari perspektif masa itu. Pola poligami masih menjadi hal biasa pada masa itu, Miryam & Harun bukanlah berarti mereka telah memiliki pemahaman moral yang lebih tinggi dari Musa. Perkataan mereka kepada Musa hanyalah alasan non moral yaitu menyangkut perempuan asing bukan orang Israel. Pada masa itu bangsa Israel dalam perjalanan pengembaraan di padang pasir, sehingga perempuan itu walaupun bukan orang Israel telah menjadi seperti orang Israel yang mau ikut serta dalam perjalanan sulit tersebut. Sudah tentu ikut menyembah Allahnya bangsa Israel.

Pada ayat selanjutnya, yang menjadi inti kemarahan Tuhan kepada mereka
Bil 12:2 Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN."
Mereka mempertanyakan otoritas Musa yang paling utama/istimewa diantara mereka. Hal inilah yang membuat Tuhan marah. Dengan tegas Tuhan menyatakan keistimewaan Musa dibanding mereka

Bil 12:6 Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.
Bil 12:7 Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.
Bil 12:8 Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"
Bil 12:9 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia

Jadilah jelaslah, kemarahan Tuhan kepada Miryam/Harun bukanlah masalah poligami seakan-akan Tuhan membela poligami, tetapi karena mereka mencoba mempertanyakan otoritas/keistimewaan Musa.

- Kisah Daud
2 Sam 12:7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
2 Sam 12:8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.

Sekilas ayat-ayat ini memberi kesan Allah memerintahkan agar Daud berpoligami bahkan memberikan lagi isteri-isteri jika Daud mau.
Pertama-tama kita harus garisbawahi arti literal dari kalimat tersebut yaitu "Daud diberikan isteri-isteri Saul". Untuk memahami pernyataan ini kita harus melihat konteks budaya Ancient Near East pd masa itu.

- Perkawinan para bangsawan/raja merupakan masalah nasional sebuah bangsa, bukanlah sekedar masalah pribadi dari raja tersebut.
"Marriage was a tool of diplomacy throughout the ancient Near East. Towns, city-states, tribes or nations who wished to ally themselves with a rule or come under his protection sealed the treaty with a marriage of a daughter of their chief family to the suzerain or his son. This was an act of loyalty on the part of the vassal, who would then have a personal stake in preserving the dynasty. [Zondervan Illustrated Bible Backgrounds Commentary: Old Testament. John Walton (ed). Zondervan:2009.)
Hal ini pulalah yang melatarbelakangi mengapa raja Salomo memiliki banyak isteri, yang umumnya karena perkawinan dengan faktor politik diplomasi kerajaan.

- Suksesi kerajaan saat kematian seorang raja (otomatis isteri-isterinya menjadi janda), menjadi tanggungjawab dan perhatian dari pemerintahan raja yang baru.
"Since royal marriages were a reflection of the power of a monarch and represented political and economic alliances made in the name of the state, it would have been necessary, at the succession, for the harem of the former king to become the responsibility of the new monarch. In this way there was continuity of treaty obligations." [Zondervan Illustrated....)

Jadi yang dimaksud dengan "Daud diberikan istri-istri Saul" merupakan sebuah model budaya kerajaan pada masa itu, yaitu isteri-isteri Saul yang menjanda telah menjadi tanggungjawab/perlindungan & penguasaan dari Daud. Bahkan dalam Alkitab anggota keluarga dari Saul menjadi perhatian Daud misalnya kisah Mefiboset.
Sehingga 2 Sam 12:8 tidak harus dipahami bahwa Allah memerintahkan untuk melakukan poligami, atau memberikan isteri-isteri agar Daud berpoligami. Tetapi Allah telah memberikan seantero kerajaan Israel dari Saul kepada Daud. Pemberian isteri-isteriSaul kepada Daud bukan dalam pemahaman urusan personal, tetapi bagian dari identitas sebuah kerajaan yang otomatis menjadi milik raja yang baru.

Seiring perjalanan waktu, secara alamiah umat Israel menjadi belajar bahwa poligami bukan praktek hidup yang perlu diikuti. Sehingga pada periode pasca pembuangan Babel kisah-kisah seputar poligami sudah kurang/tidak ditemukan lagi dalam kitab-kitab PL dan ini terus berlanjut sampai masa Kristus.

Di kalangan masyarakat Yunani, monogami lebih mendominasi
"Even though we may find numerous traces of polygamy and polyandry in the Gk. myths, monogamy predominated in the Gk. world in the historical period. Morality within marriage was strict. The Homeric hero had one wife, who was faithful and inviolable, a good manager of the home and mother. Gk. marriage was monogamous. [New International Dictionary of New Testament Theology, Colin Brown, eds. Zondervan: "Marriage, adultery, bride, bridegroom"]

Bahkan di masyarakat Romawi, poligami sudah tidak dipraktekkan.
"Polygamy was not practiced in the Roman world outside Palestine, though illegal bigamy and certainly adultery were" The Expositor's Bible Commentary. Gaebelein, Frank E., ed., Vol I. Zondervan, 1979

Di kalangan Yahudi termasuk di komunitas Qumran (Dead Sea Scroll) poligami dilarang.
"During the Second Temple period, monogamy was preferred even on the conceptual plane by, above all, the Dead Sea Sect whose halakhah explicitly prohibited polygamy. In the reworked version of the statutes of the king in the Temple Scroll, it is stated: "he shall not take another wife in addition to her, for she alone shall be with him all the days of her life"
"it was known in Jewish society as represented in rabbinic literature, polygamy was not widespread in practice, especially not among the sages themselves."
[Jewish Women in Greco-Roman Palestine, Tal Ilan, Hendrickson:1995)

Sejak masa Yesus prinsip monogami menjadi prinsip moral utama yang kemudian diteruskan dalam kehidupan jemaat mula-mula dan gereja
- Justin Martyr (c.160):
"Your imprudent and blind masters [i.e., Jewish teachers] even until this time permit each man to have four or five wives. And if anyone sees a beautiful woman and desires to have her, they quote the doings of Jacob." [ANF, vol. 1, p. 266]
- Irenaeus (c.180)
"Others, again, following upon Basilides and Carpocrates, have introduced promiscuous intercourse and a plurality of wives..." [ANF, vol. 1, p.353]
- Tertullian (c.207)
"Chapter II.-Marriage Lawful, But Not Polygamy. We do not indeed forbid the union of man and woman, blest by God as the seminary of the human race, and devised for the replenishment of the earth and the furnishing of the world, and therefore permitted, yet Singly. For Adam was the one husband of Eve, and Eve his one wife, one woman, one rib. (ANF: Tertullian, To His Wife)

-Methodius (cf.290):
"The contracting of marriage with several wives had been done away with from the times of the prophets. For we read, 'Do not go after your lusts, but refrain yourself from your appetites'...And in another place, 'Let your fountain be blessed and rejoice with the wife of thy youth.' This plainly forbids a plurality of wives." [ANF, vol. 6, p.312]

Berdasarkan data ini, lahirnya budaya poligami pada abad-abad berikutnya merupakan sebuah kemunduran sejarah.

Yesuspun memberi peneguhan prinsip monoigami yang merupakan standar moral ideal
Mat 19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
Mat 19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Mat 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Dialog antara orang Farisi dan Yesus memang membahas masalah perceraian, sehingga beberapa orang berargumen Yesus tidak membahas poligami atau tidak melarang poligami. Namun argumen itu tidak memperhatikan ayat2-ayat sebelumnya.
Mat 19:3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
Mat 19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Mat 19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Mat 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Jadi jelaslah walaupun perikop ini membahas perceraian namun bersamaan itu pula Yesus menekankan prinsip monogami. Yesus menegaskan prinsip ideal sama seperti pada awal penciptaan Adam & Hawa satu daging (Kej 2:23-24). Perhatikan kata kunci "keduanya" menjadi "satu daging". Pada saat seorang laki-laki kawin dengan seorang perempuan maka mereka menjadi satu daging, dari "dua" terkunci menjadi "satu". Setelah itu otomatis diberlakukan larangan untuk bercerai, sehingga peluang untuk berpoligami menjadi tertutup. Jika dilanggar (berpoligami) maka disebut berzinah.

Kita bisa melihat standar perkawinan dari waktu ke waktu semakin tinggi dan berpuncak pada pernyataan tegas Kristus mengenai prinsip monogami sebagai standar moral ideal. Banyak aturan-aturan dalam Taurat menyangkut moral dalam Perjanjian Lama diberikan makna semakin dalam oleh Kristus.

PL: Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah (Mat 5:27)
PB: Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. (Mat 5:28)

PL: Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. (Mat 5:43)
PB: Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Mat 5:44)

Dan jika membuat analoginya berkaitan dengan poligami
PL : Poligami tidak dilarang & tidak dianjurkan, tetapi sebaiknya jangan berpoligami karena banyak dampak negatifnya, bahkan para nabipun mengalami masalah dengan hal itu.
PB : Jangan berpoligami! jika melakukannya anda telah berzinah dan melanggar hukum Allah.


Share: